Tak Ada Syarat untuk Berolahraga, Cukup Bergerak Ringan

CNN Indonesia | Jumat, 09/11/2018 19:30 WIB
Tak Ada Syarat untuk Berolahraga, Cukup Bergerak Ringan Ilustrasi joging. (morgueFile/fitwalk)
Jakarta, CNN Indonesia -- Beragam alasan jadi penghalang seseorang untuk mulai melakoni gaya hidup sehat seperti getol berolahraga. Padahal, tak perlu muluk-muluk untuk memulai gerakan sederhana. Tak ada pula syarat dan biaya mahal yang perlu dipenuhi.

Ahli keolahragaan, dr Grace Joselini menjelaskan, cukup melakukan gerakan ringan terlebih dahulu untuk mulai berolahraga.

"Prinsipnya, mulai dari yang pelan dulu. Mulai jalan kaki dari rumah ke gang, naik tangga dua lantai, cari parkir yang agak jauh. Dan setiap duduk dua jam coba lakukan peregangan," kata Grace dalam konferensi pers gaya hidup sehat Sun Life, di Jakarta, Kamis (11/9).



Dokter Timnas sepak bola wanita Indonesia ini menyarankan untuk mulai mengaplikasikan berbagai gerakan fisik saat melakukan kegiatan sehari-hari. Misalnya, ketika menonton televisi sambil menggerak-gerakkan kaki.

Saat sudah mulai terbiasa dengan aktivitas fisik, Grace merekomendasikan untuk mulai berolahraga rutin dengan intensitas ringan hingga sedang.

Tak ada syarat yang muluk-muluk untuk mulai berolahraga. Kondisi fisik jelas harus prima dan tidak sedang dalam kondisi sakit seperti demam.

Dalam kondisi sakit lain yang lebih ringan, seperti flu, kata Grace, seseorang bisa berolahraga santai seperti joging.

"Kalau flu tidak sampai demam bisa latihan dengan intensitas ringan sampai sedang," ujar Grace.

Intensitas olahraga dapat diukur dengan mengetahui denyut nadi maksimal. Pada intensitas berat, denyut nadi mencapai lebih dari 80 persen dari denyut nadi maksimal. Sedangkan intensitas sedang berkisar 60-80 persen dari denyut nadi maksimal dan di bawah 60 persen untuk intensitas ringan.


Beberapa aplikasi di telepon pintar juga bisa dimanfaatkan untuk mengetahui denyut nadi dan intensitas olahraga. Cara lain untuk mengetahui intensitas ini adalah dengan melakukan tes berbicara.

Grace menyebut, jika saat berolahraga seseorang masih bisa bernyanyi, maka ia sedang melakukan olahraga intensitas ringan. Jika ia tak bisa bernyanyi, tapi masih bisa berbicara, ia sedang melakukan olahraga intensitas sedang. Jika sudah tak sanggup lagi berbicara, tingkat intensitas olahraga sudah berat.

"Kalau sudah engap, enggak sanggup ngobrol itu sudah berat," ucap Grace.

Olahraga ini sebaiknya dilakukan rutin lima kali dalam sepekan dengan masing-masing 30 hingga 60 menit. Menurut Grace, manfaat olahraga akan lebih baik jika dilakukan rutin dibandingkan yang hanya sekali seminggu saja.


Mulai lah berolahraga dengan jalan cepat, lalu berlanjut joging, dan lari jika sudah terbiasa. Olahraga ini bisa dilakukan di pagi hari serta bermanfaat untuk meningkatkan suasana hati dan produktivitas.

"Jika belum sanggup langsung 60 menit sehari, bisa mulai dari 10 menit tiga kali sehari, lalu berlanjut ke 30 menit sekali sehari," tutur Grace.

Berolahraga rutin ini dapat memperlancar peredaran darah. Olahraga juga mampu mengurangi risiko penyakit diabetes, obesitas, tekanan darah tinggi, stroke, kardiovaskular, dan kanker. (ptj/asr)