Hingga Oktober Indonesia Telah Dikunjungi 13,24 Juta Wisman

ANTARA, CNN Indonesia | Selasa, 04/12/2018 19:12 WIB
Hingga Oktober Indonesia Telah Dikunjungi 13,24 Juta Wisman Ilustrasi. (REUTERS/Roni Bintang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Oktober 2018 mencapai 1,29 juta orang, atau meningkat 11,24 persen dibandingkan periode yang sama pada 2017.

"Jumlah kunjungan wisman ini meningkat 11,24 persen dibandingkan Oktober 2017, atau dari sebelumnya 1,16 juta menjadi 1,29 juta," ujar Kepala BPS Suhariyanto seperti yang dikutip dari Antara pada Selasa (4/12).

Suhariyanto menjelaskan jumlah kunjungan wisman pada Oktober ini sebanyak 855,9 ribu atau 66 persen berasal dari angkutan udara, 243,7 ribu atau 19 persen berasal dari angkutan laut dan 192,5 ribu atau 15 persen berasal dari angkutan darat.


Dari pintu masuk, sebanyak 516 ribu kunjungan berasal dari Ngurah Rai, 243 ribu berasal dari Soekarno Hatta, 141 ribu berasal dari Batam, 48 ribu berasal dari Tanjung Uban, 26 ribu berasal dari Juanda dan 14 ribu berasal dari Jayapura.

Menurut kebangsaan, jumlah wisman tertinggi pada Oktober 2018 berasal dari China sebanyak 183 ribu, Malaysia sebanyak 175 ribu, Timor Leste 144 ribu, Singapura 136 ribu dan Australia 116 ribu.

"Rata-rata kunjungan dari negara ini mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu, kecuali dari Malaysia, karena tahun lalu jumlah kunjungan dari negara ini mencapai 178 ribu," kata Suhariyanto.

Dengan kunjungan per Oktober ini, maka jumlah kunjungan wisman ke Indonesia periode Januari-Oktober 2018 tercatat sebesar 13,24 juta kunjungan.

Berdasarkan kawasan, kedatangan wisman terbanyak untuk periode Januari-Oktober 2018 berasal dari Asia selain Asean yaitu mencapai 4,9 juta orang, diikuti Asean sebanyak 4,4 juta orang dan Eropa sebanyak 1,7 juta orang.

Hingga akhir tahun ini Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan 17 juta kunjungan wisman.

Untuk mengejar target tersebut, Kemenpar konsisten menggencarkan promosi digital, kerja sama dengan maskapai penerbangan dan agen wisata untuk menggenjot kunjungan wisman dari pasar utama--salah satunya China, dan kegiatan visit Wonderful Indonesia melalui paket Hot Deals.

(ard)