Menakar Lama Waktu Bercinta

CNN Indonesia | Kamis, 06/12/2018 01:37 WIB
Menakar Lama Waktu Bercinta Ilustrasi (Istockphoto/Napadon Srisawang)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lama waktu saat bercinta sering kali diperdebatkan. Para ahli pun sulit meneliti hal ini lantaran hubungan seksual pada banyak orang sulit dilacak. Definisi seks yang luas atau tidak hanya sekadar penetrasi juga membuat lama waktu bercinta sulit ditakar.

Di satu sisi, sering kali orang ogah berlama-lama melakukan penetrasi. Namun, ada pula yang beranggapan bahwa penetrasi berjam-jam merupakan sebuah prestasi.

Jadi, berapa lama sebenarnya waktu yang dibutuhkan untuk bercinta?


Terdapat sebuah studi yang berhasil meneliti berapa lama waktu orang bercinta. Penelitian ini fokus pada lama waktu pasangan melakukan penetrasi.


Studi ini melibatkan 500 pasangan dari Belanda, Inggris, Spanyol, Turki, dan Amerika Serikat. Hubungan seks yang dilakukan pasangan-pasangan ini selama empat pekan dihitung menggunakan stopwatch.

Hasilnya, dikutip dari News.com.au, lama waktu orang bercinta sangat beragam. Rentang waktu itu berkisar dari yang tercepat yakni sekitar 33 detik hingga paling lama 44 menit. Jika dirata-rata, lama waktu pasangan bercinta itu berkisar 5,4 menit.

Pada pasangan yang berasal dari Turki, lama waktu berhubungan seks cenderung lebih pendek sekitar 3,7 menit. Selain itu, semakin tua pasangan, semakin pendek hubungan intim yang mereka lakukan.

Panjang Pendek Bukan Masalah

Meski waktu bercinta sangat beragam, panjang atau pendek ternyata bukanlah masalah. Yang paling penting dari sebuah hubungan seksual adalah kepuasan.


"Tidak masalah berapa lama Anda melakukan hubungan seks, yang penting adalah seberapa banyak kepuasan yang diperoleh kedua pasangan," kata psikolog Becky Spelman kepada Metro.co.uk.

Menurut Spelman, selama kedua belah pihak terpuaskan, lama waktu berhubungan seksual tak akan jadi persoalan.

Namun, jika ada pihak yang tidak terpuaskan, sebaiknya komunikasikan hal itu dengan pasangan. Pasangan dianjurkan untuk mencari cara dan memperbaiki hubungan seksual agar setiap orang terpuaskan.

"Penting untuk memeriksa pasangan Anda tentang kehidupan seks secara teratur, sehingga Anda dapat berkomunikasi tentang masalah apa pun," ucap Spelman.

Jika masalah berlanjut, tak ada salahnya berkonsultasi pada psikolog untuk mendapatkan jalan keluar yang tepat. (ptj/asr)