KALEIDOSKOP 2018

Catatan Tren Fesyen Nyeleneh Sepanjang 2018

CNN Indonesia | Senin, 24/12/2018 14:51 WIB
Catatan Tren Fesyen Nyeleneh Sepanjang 2018 Koper transparan Rimowa (RIMOWA)
Jakarta, CNN Indonesia -- Fesyen selalu bergerak dinamis dan kreatif. Tak aneh jika setiap tahunnya dunia fesyen selalu menelurkan bentuk-bentuk teranyar yang penuh inovasi dan tak diduga-duga.

Banyak 'warna' yang dihadirkan dunia fesyen di tahun 2018. Tak hanya bicara soal busana, tapi juga menyangkut cara berdandan hingga aksesori yang dikenakan.

Tahun 2017, Top Shop jadi label yang kerap mencuri perhatian lewat celana jin dengan dengkul bening atau celana transparan. Tahun ini, tampaknya giliran label kontroversial Balenciaga yang mendapat sorotan.


Berikut CNNIndonesia.com merangkum sederet fesyen 'nyeleneh' yang muncul di tahun 2018.


1. Kuteks gigi
Gigi putih tampaknya telah dilupakan. Kehadirannya digantikan oleh warna gigi yang senada dengan nuansa riasan wajah dan busana yang dikenakan.

Pada 2018, netizen sempat ramai membicarakan keberadaan pewarna gigi atau lebih mudah disebut kuteks gigi.

Sebuah produk bernama Chrom Tooth Polish ini tak ubahnya kuteks yang bisa diaplikasikan dengan mudah. Dalam situs resminya, perusahaan mengklaim bahwa warna kuteks gigi dapat bertahan hingga 24 jam.

"Itu tidak akan luntur saat Anda makan dan tidak memiliki rasa. Jadi, kuteks gigi tak akan mengacaukan rencana makan siang Anda," tulis mereka.

2. Koper transparan
Tren serba transparan tahun lalu tampaknya terus berlanjut hingga 2018. Jika tahun lalu adalah celana transparan, kini giliran koper yang hadir dalam bentuk tembus pandang.


Oktober lalu, produsen koper Rimowa bekerja sama dengan label Off White milik Virgil Abloh untuk membuat koper bening. Ini merupakan koper edisi terbatas yang membikin pemiliknya tak perlu khawatir bakal tertukar koper di bandara.

Dengan memiliki koper ini, si pemilik harus jeli menata barang, mana yang bakal diekspose dan mana yang harus disembunyikan.

3. Baju renang yang tidak bisa dipakai berenang
Sesuai namanya, baju renang tentu digunakan untuk berenang. Namun tidak dengan baju renang yang dikeluarkan oleh label Gucci. Sang desainer tak menyarankan baju renangnya tidak digunakan untuk berenang.

Penyebabnya adalah bahan yang digunakan. Baju renang yang dibuat Gucci dilarang bersentuhan dengan zat klorin yang biasa terdapat di dalam kolam renang.

Baju renang ini berkonsep cat-suit dengan warna krem lengkap dengan tali menyilang di dada dan logo ikonik Gucci. Berbeda dengan baju renang pada umumnya yang terbuat dari bahan licra atau polyester, swimsuit buatan Gucci ini terbuat dari 80 persen nilon dan 20 persen serat elastis.


4. Crocs hak tinggi
Masih ingat dengan tren sepatu karet berlogo buaya? Pada 2018, Balenciaga mungkin ingin kembali menghidupkan tren sepatu karet ini, namun dalam bentuk yang sedikit berbeda.

Balenciaga mengambil inspirasi dari Crocs--label sepatu karet berlogo buaya--untuk menciptakan sepatu hak tinggi. Sepatu itu dikeluarkan dalam bentuk pump dengan ujung lancip berwarna merah muda dan terbuat dari karet.

Mirip seperti inspiratornya, sepatu ini memiliki detail lubang pada bagian tumit dan depan. Tak lupa pula embelishment yang biasa muncul pada sepatu Crocs.

Harganya jelas jauh berbeda dengan sepatu karet pendahulunya. Balenciaga mematok harga US$1 ribu atau sekitar Rp14,5 juta.

5. 'Perkawinan' kaus dan kemeja ala Balenciaga
Sebagian orang pernah merasa bingung untuk memutuskan busana apa yang akan dikenakan. Skenario kebingungan ini tampaknya ingin dijawab oleh label Balenciaga.


Pada Mei 2018 lalu, label ini meluncurkan 'T Shirt Shirt'. Nama yang terakhir ini merupakan bentuk fesyen perkawinan antara kemeja kotak-kotak dan kaus berwarna biru. Kedua jenis atasan ini seolah ditempelkan begitu saja tanpa ada modifikasi apa pun.

Namun, yang patut menjadi catatan adalah harga yang ditawarkan. Balenciaga membanderol koleksinya dengan harga US$1.290 atau sekitar Rp18,8 juta. Agak tak masuk akal untuk dua buah jenis atasan yang hanya 'ditempelkan'. (els/asr)