Penyebab Gagalnya Orgasme dan Cara Menanganinya

CNN Indonesia | Kamis, 20/12/2018 02:57 WIB
Penyebab Gagalnya Orgasme dan Cara Menanganinya Ilustrasi hubungan seksual (Istockphoto/Denisfilm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Hubungan seksual bisa jadi salah satu hal terindah yang dimiliki setiap pasangan. Meski menyenangkan dan membuat degup jantung naik turun, tak semua orang bisa mengalami orgasme dengan sempurna.

Tak semua orang mengetahui cara paling tepat untuk mengalami orgasme. Beberapa malah tersungkur pada kekecewaan akibat sulitnya mengalami orgasme.

Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Sex and Marriage Therapy Journal menemukan beberapa faktor penting untuk mendapatkan orgasme pada wanita. Hanya 18,4 persen wanita yang mengaku bahwa hubungan seksual cukup membuatnya orgasme. Artinya, di luar itu, wanita melaporkan beragam preferensi yang mendorong timbulnya orgasme seperti sentuhan, tekanan, dan bentuk.


Tak cuma itu, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Sexual Research menemukan banyak pria dan wanita yang kerap memalsukan orgasmenya. Artinya, kita bisa menyebut bahwa orgasme bukan hal yang mudah.

Ada dua faktor kegagalan orgasme. Keduanya terbagi dalam faktor fisik dan psikis.

Faktor fisik
Secara fisik, kegagalan orgasme bisa jadi disebabkan oleh belum ditemukannya teknik hubungan seksual terbaik bagi Anda. Bagi wanita, gagalnya orgasme rata-rata disebabkan oleh kurangnya rangsangan klitoris. "Kebanyakan posisi seksual tidak cukup merangsang klitoris," ujar seksolog, Sarah Hunter Murray, mengutip Huffington Post.

Selain itu, tak adanya sentuhan di bagian paling sensitif wanita juga disebut dapat menihilkan orgasme. Perempuan, kata Murray, membutuhkan lebih banyak rangsangan untuk mencapai orgasme.

Wanita perlu bersantai untuk mendapatkan rangsangan tersebut. Biasanya, rangsangan itu didapat selama 20 menit dengan mencapai klimaks.

Selain kurangnya rangsangan, rasa sakit saat berhubungan seksual juga berpengaruh pada kegagalan orgasme. Kondisi medis seperti endometriosis atau vaginismus membuat seseorang tak bisa menikmati hubungan seks hingga orgasme.

Berbeda dengan wanita, kegagalan orgasme pada pria biasanya terjadi akibat kurangnya hasrat seksual atau kesulitan untuk mempertahankan ereksi. "Mereka akan membutuhkan waktu yang lebih sulit untuk mencapai orgasme," ujar Murray.

Berbagai hal dapat menyebabkan disfungsi ereksi, mulai dari kondisi kesehatan hingga kebiasaan merokok. Menurut Murray, penting bagi seseorang untuk memeriksakan diri jika mulai mengalami gejala disfungsi ereksi.

Faktor psikis
Bagi beberapa orang, benar-benar hadir dan fokus pada sensasi hubungan seksual adalah sesuatu yang sulit. Hal itu, kata Murray, disebabkan oleh beragam alasan. Mulai dari perasaan terputus secara emosional dengan pasangan, stres, atau riwayat trauma seksual tertentu.

"Sederhana saja, misal Anda sedang bertengkar dengan seseorang, bisa jadi akan sulit bagi Anda untuk mencapai klimaks hubungan seksual," jelas Murray.


Tak cuma itu, rasa malu juga disebut memainkan faktor kegagalan orgasme. "Tema-tema seksual yang berlebihan berdampak negatif berupa rasa malu akan kemampuan seksual pada banyak pria dan wanita," ujar seksolog klinis, Sunny Rodgers.

Rodgers sendiri pernah menangani klien yang hidup dengan rasa takut untuk orgasme. Rasa takut itu pada akhirnya membuat mereka sulit menikmati hubungan seks yang dilakoni.

"Mereka takut terhadap dampak dari orgasme itu sendiri, seperti takut menjadi kecanduan seks," kata Rodgers. Jika hal ini terjadi, dia menyarankan Anda untuk menghubungi terapis yang dapat membantu Anda mengatasinya.

Cara menepis 'penghalang' orgasme
Ada beberapa cara untuk mengatasi hambatan fisik dan psikis yang membuat seseorang gagal mengalami orgasme.

Jika Anda berurusan dengan minimnya koneksi emosional dan rasa stres, para ahli merekomendasikan Anda untuk membicarakannya dengan pasangan. Penelitian menunjukkan, komunikasi terbuka mengarah pada kepuasan seksual yang tinggi.


Selain itu, Anda juga tak perlu terlalu fokus pada bagaimana caranya mencapai orgasme. Pasalnya, kecemasan semacam ini justru bakal membuat Anda semakin jauh dari orgasme.

"Meski orgasme dianggap sebagai peristiwa 'puncak' dalam hubungan seksual, namun terlalu tertekan dalam mencari cara agar orgasme juga sering merusak kenikmatan seksual," jelas Murray. Fokus pada orgasme, lanjutnya, berarti menempatkan lebih banyak perhatian pada hasil dibandingkan menikmati proses.

Namun, beda cerita jika Anda mengalami permasalahan fisik seperti kurangnya stimulasi. Rodgers mengingatkan, rangsangan klitoris adalah cara termudah untuk mencapai puncak kenikmatan seksual.

"Pelumasan akan membantu pengalaman orgasme Anda menjadi lebih lancar dan menyenangkan," kata Rodgers. (asr)