Restoran di Italia Sajikan 'Udara Goreng'

CNN Indonesia | Kamis, 10/01/2019 11:30 WIB
Restoran di Italia Sajikan 'Udara Goreng' Ilustrasi restoran (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Apa jadinya jika udara digoreng, lalu disajikan dan disantap sebagai makanan? Sebuah restoran di Kota Castelfranco Veneto, Italia mencoba membuatnya.

Restoran bernama Feva ini menemukan cara untuk memanjakan para tamu dengan hidangan unik yang disebut udara goreng atau dalam bahasa Italia disebut aria fritta.

Makanan ini berawal dari keinginan kepala juru masak di Feva, Nicola Dinato, untuk menjadikan udara segar yang biasa dihirup menjadi hidangan nikmat. Namun tentu saja, sulit untuk menggoreng udara mentah-mentah dan keinginan Dinato ini tak terwujud.


Alhasil, Dinato mencoba untuk mengambil sensasi dari menikmati udara goreng. Dia mengolah kulit tepung tapioka.
Pertama, kulit tepung itu dipanggang dan digoreng. Saat proses memasak inilah Dinato melibatkan ozon, komponen dari udara. Setelah dipanggang dan digoreng, kulit diinfuskan dengan ozon selama 10 menit sehingga memberikan aroma istimewa.

Setelah infus khusus itu, kulit tapioka yang sudah mengembang karena udara ini siap untuk disantap sebagai camilan yang renyah. Camilan ini diletakkan di atas permen kapas sebelum disajikan ke pembeli. Dinato berharap, ini akan mengingatkan pelanggan pada awan.

Hasil camilan ini boleh dibilang mirip dengan kerupuk kulit yang banyak ditemukan di Indonesia. Kerupuk kulit ini juga dikenal dengan rambak di Jawa atau jangek di Sumatera Barat. Hanya saja di Indonesia, kerupuk kulit dibuat dari kulit sapi yang masih muda.

Sajian udara goreng ini viral di Italia dalam beberapa waktu terakhir. Salah satu alasannya adalah Feva diduga mematok harga yang mahal untuk setiap porsi udara goreng yang dijual US$30 atau mencapai Rp420 ribu.

Namun, sang koki membantah dugaan tersebut. Dia menyebut udara goreng ini disajikan secara cuma-cuma sebagai makanan penyambut tamu.

"Saya selalu menyajikannya sebagai hidangan pembuka untuk mengingatkan klien saya bahwa mereka selalu harus mencoba dan mengisi hidup mereka dengan pengalaman nyata," kata Dinato kepada Tribuna di Treviso, dikutip dari Oddity Central. (ptj/asr)