Menteri LHK Pertimbangkan Penutupan Taman Nasional Komodo

CNN Indonesia | Kamis, 24/01/2019 18:18 WIB
Menteri LHK Pertimbangkan Penutupan Taman Nasional Komodo Kunjungan turis di Taman Nasional Komodo. (CNNIndonesia/Nico Wijaya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya mengatakan pihaknya perlu mengkaji rencana Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat mengenai penutupan Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisatawan selama satu tahun.

"Iya belum bisa (langsung ditutup), pemerintah daerah harus konsultasi dan harus di dalam koridor urusan yang ditangani oleh Dirjen Konservasi (Sumber Daya Alam dan Ekosistem)," kata Siti di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (24/1).

Siti menyatakan bahwa masalah konservasi menjadi urusan pemerintahan pusat, dalam hal ini kementerian yang dirinya pimpin.


Namun, kata Siti, pihaknya bakal mempertimbangkan wacana penutupan Taman Nasional Komodo seperti yang disampaikan Viktor beberapa waktu lalu.

"Jadi saya kira ide pak gubernur kami harus dengar," ujarnya.

Menurut Siti, masalah wilayah konservasi merujuk Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem, Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, serta Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi, dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota.

Siti menyatakan dirinya sudah berkoordinasi dengan Direktur Jenderal Konservasi dan Sumber Daya Alam dan Ekosistem Wiratno untuk mengumpulkan sejumlah informasi dari lapangan di Taman Nasional Komodo. Termasuk permasalahan kelestasian alam yang muncul di 'rumah' binatang purba itu.

Disebut Siti, di Taman Nasional Komodo juga terdapat pengembangan wisata yang dikelola oleh swasta di bawah pembinaan Kementerian Pariwisata.

Siti mengatakan setelah kajian selesai pihaknya akan mengundang Pemerintah Provinsi NTT untuk mencari jalan keluar atas rencana penutupan Taman Nasional Komodo.

"Oleh karena itu segera setelah data dikumpulkan Pemda Provinsi NTT kami undang dan kami carikan jalan keluarnya, yang penting sasaran pemdanya kita capai," kata dia.

Sebelumnya, Pemerintah Provinsi NTT berencana menutup lokasi wisata Taman Nasional Komodo dari kunjungan wisata selama satu tahun.

Rencana itu tercetus sebagai upaya meningkatkan populasi komodo dan juga rusa yang menjadi makanan utama hewan purba tersebut.

"Kami akan menutup Taman Nasional Komodo selama satu tahun. Pemerintah NTT akan melakukan penataan terhadap kawasan Taman Nasional Komodo agar menjadi lebih baik, sehingga habitat komodo menjadi lebih berkembang," kata Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, seperti yang dikutip dari Antara.

Viktor mengatakan penutupan Taman Nasional Komodo guna mempermudah pemerintah daerah menata kawasan wisata itu.

Menurutnya kondisi habitat komodo di Kabupaten Manggarai Barat, ujung barat Pulau Flores itu sudah semakin berkurang.

Selain itu kondisi tubuh komodo yang kecil, dinilai sebagai dampak dari berkurangnya rusa yang menjadi makanan utama komodo.

Tapi Viktor tidak menjelaskan lebih lanjut terkait waktu penutupan kawasan Taman Nasional Komodo tersebut.

(fra/ard)