Habitat Tergusur, Kawanan Monyet Usik Pengunjung Taj Mahal

REUTERS, CNN Indonesia | Senin, 28/01/2019 20:13 WIB
Habitat Tergusur, Kawanan Monyet Usik Pengunjung Taj Mahal Seekor monyet di tepi sungai samping Taj Mahal, India. (REUTERS/Saumya Khandelwal)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bersenjatakan ketapel, para polisi terlihat membidik kawanan monyet yang mengganggu pengunjung Taj Mahal.

Kawanan monyet diketahui sering mencuri makanan yang dibawa pengunjung monumen abad ke-17 di utara kota Agra, India, ini.


Sebelum melakukan penghalauan dengan ketapel, penjaga keamanan telah menerapkan larangan membawa makanan ke dalam Taj Mahal.


Tas pengunjung diperiksa di pintu masuk. Jika diketahui ada makanan maka langsung dibuang.

Pengunjung juga dilarang memberikan makanan kepada kawanan monyet.

Brij Bhushan, kepala pasukan keamanan Taj Mahal, mengatakan polisi menggunakan ketapel buatan lokal untuk menghalau kawanan monyet-monyet itu.

"Sekarang mereka takut jika kami hanya mengacungkan ketapel ini," katanya, seperti yang dikutip dari Reuters pada Minggu (27/1).

Ada 500-700 monyet rhesus yang tinggal di dalam dan sekitar Taj Mahal.


Pada bulan November diberitakan bahwa seekor monyet melukai seorang bayi berusia 12 hari hingga tewas.

Bhushan lanjut mengatakan, kalau petugas keamanan yang bersenjatakan ketapel hanya diperbolehkan menghalau kawanan monyet yang mengusik pengunjung, bukan semena-mena menyakiti kawanan monyet.

Dibangun oleh seorang kaisar Mughal untuk istrinya, Taj Mahal dikunjungi 25 ribu pengunjung setiap harinya, yang bakal membeludak hingga 80 ribu pengunjung di musim liburan.

Tak cuma di Taj Mahal, kawanan monyet juga mulai agresif di New Delhi.

Di ibu kota India itu mereka sering masuk ke dalam rumah untuk mengambil makanan dan barang secara acak, seperti telepon genggam.

Para ahli mengatakan sikap monyet menjadi agresif karena habitat asli mereka telah tergusur oleh manusia, sehingga mereka kesulitan mencari tempat makan dan tempat bermain.

(ard)