'Menyelami' Kegiatan Pengamatan Burung di Alam Liar

CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 11:23 WIB
'Menyelami' Kegiatan Pengamatan Burung di Alam Liar Kegiatan pengamatan burung (birdwatching) menjelma menjadi salah satu atraksi wisata di beberapa daerah. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
Jakarta, CNN Indonesia -- Migrasi burung adalah peristiwa yang lumrah terjadi setiap tahunnya, ada beberapa tempat yang menjadi lokasi persinggahan sementara atau perlintasan kawanan burung itu. Salah satunya adalah Indonesia.

Hal tersebut memicu tumbuhnya minat orang Indonesia untuk berkecimpung di dunia penelitian dan pelestarian burung di alam. Tren ini dapat terlihat dari makin meningkatnya jumlah peneliti dan komunitas pengamat burung (birdwatching club).

Mengutip CNN Travel, kegiatan mengamati burung dapat menghilangkan stres karena dilakukan di alam liar yang kualitas udaranya masih terjaga. Belum lagi suara burung juga mampu menambah suasana santai saat melakukan pengamatan burung.


"Segala hal yang memberatkan hidup Anda, seakan sirna seketika saat melakukan pengamatan burung. Aktivitas ini adalah jenis pelarian dari stres yang cukup ampuh," ujar seorang pemandu kegiatan pengamatan burung di New York, Heather Wolf.

Di Indonesia sendiri jumlah kelompok pengamat burung pada awal tahun 1980-an, tidak mencapai 10. Namun aktivitas ini ternyata 'memesona' banyak orang, dan hingga saat ini diperkirakan telah mencapai 90 kelompok yang tersebar di seluruh Indonesia.

Kegiatan pengamatan burung di alam liar awalnya hanya dilakukan sebagai hobi, namun kini mulai memasuki babak baru dengan munculnya wadah Atlas Burung Indonesia (ABI), yang bertujuan untuk memetakan penyebaran semua jenis burung di Indonesia.

Kegiatan yang diwadahi oleh ABI ini adalah kegiatan sukarela (voluntary based). Saat ini, kegiatan ABI adalah kegiatan yang berkaitan dengan upaya pelestarian burung di alam bebas dengan jumlah relawan terbesar yang pernah ada di Indonesia.

Atlas burung yang dihasilkan, diharapkan dapat dijadikan salah satu referensi utama dalam upaya pengelolaan keanekaragaman jenis burung di Indonesia.

Salah satu tempat di Indonesia yang kerap disinggahi oleh kawanan burung adalah Taman Nasional (TN) Berbak dan Sembilang di Sumatera Selatan.

Pada pertengahan bulan November, kawasan TN Berbak dan Sembilang menjadi bagian dari jalur migrasi kawanan burung air dari Siberia yang 'mengungsi' karena cuaca dingin.

Jalur migrasi burung tersebut meliputi jalur Asia timur-Australasia. Burung-burung tersebut akan melalui 22 negara yang tergabung secara sukarela menjadi East Asian-Australian Flyway pada tahun 2006. (agr)