Menpar Khawatirkan Bisnis Wisata Jika TN Komodo Tutup

ANTARA, CNN Indonesia | Rabu, 30/01/2019 13:46 WIB
Menpar Khawatirkan Bisnis Wisata Jika TN Komodo Tutup Menteri Pariwisata Arief Yahya. (Dok. Kementerian Pariwisata)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut isu penutupan dan naiknya harga tiket masuk di Taman Nasional (TN) Komodo tidak relevan untuk industri pariwisata. Sebelumnya Wakil Presiden Jusuf Kalla juga menyatakan hal yang serupa.

Arief menegaskan betapa pelaku industri pariwisata sangat membutuhkan kepastian dalam menjalankan usahanya, sehingga isu penutupan destinasi jelas akan mengganggu kinerja sektor pariwisata secara langsung.


"Dalam bisnis, terutama service, kepastian jadi hal utama. Kalau ada isu ditutup, travel agent tidak ada yang berani bergerak. Mengerti enggak itu? Karena kalau dia bergerak mengiklankan ujug-ujug ditutup gimana? Siapa yang mau tanggung jawab?" kata Menpar Arief Yahya seperti yang dikutip dari Antara pada Rabu (30/1).


"Untuk (harga tiket) dinaikkan yang tadinya setara dengan US$10 (sekitar Rp141 ribu) jadi US$500 (sekitar Rp7 juta). Kamu jadi travel agent berani tidak jual ke orang lain? Tidak berani," lanjutnya.

Hal itu, lanjut Arief, akan berdampak luas terhadap keberlangsungan industri pariwisata. Dikhawatirkan perkembangan industri wisata di TN Komodo akan terhenti.

Ia menegaskan isu kelestarian dan konservasi bukan masalah, namun kepastian justru lebih utama.


"Itu tak ada masalah, tetapi kepastian yang lebih penting, kapan penjadwalan dan sebagainya tidak serta merta kita ngomong tarif akan dinaikkan 50 kali, tiba-tiba ditutup, besok apa lagi? Tidak boleh, di dalam industri tidak boleh ada ketidakpastian," katanya.

Maka untuk solusi jangka pendek, Arief menegaskan, tidak akan ada penutupan karena kewenangan untuk itu ada di pemerintah pusat.

"Tidak akan ditutup dan kewenangan taman nasional itu ada di mana? Ada di pusat," katanya.

Pihaknya mengaku sudah menerima undangan dari Menteri Lingkungan Hidup dan Pemprov NTT untuk melakukan pertemuan membahas persoalan tersebut.

Arief menegaskan TN Komodo harus tetap menjadi aset pariwisata Indonesia tanpa mengabaikan isu kelestarian di dalamnya.

Sebelum TN Komodo, ada banyak destinasi wisata alam yang pernah mengalami penutupan karena kerusakan lingkungan. Salah satunya ialah Maya Bay di Thailand. 

Bukan hanya karena masalah perubahan iklim, kerusakan yang terjadi di sana juga dikarenakan kedatangan turis yang terlalu membludak.

Setelah ditutup untuk konservasi, pemerintah Thailand mengatakan kalau kawanan hiu karang yang selama ini hilang telah datang kembali.

(ard)