Travel warning merupakan pernyataan peringatan resmi yang dikeluarkan oleh lembaga pemerintah untuk memberikan informasi bagi warganya tentang keselamatan relatif bepergian atau mengunjungi suatu wilayah untuk tujuan khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jumlah kasus DBD yang tercatat khususnya selama 1-28 Januari 2019 telah mencapai 297 kasus.
"Sampai saat ini memang kasusnya masih banyak. Sudah ada lima korban yang meninggal dunia sejak ditetapkan KLB," katanya.
Namun, lanjutnya, penanganan penyakit yang disebabkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini terus dilakukan, salah satunya melalui gerakan kebersihan lingkungan yang melibatkan berbagai pihak.
Pihaknya juga telah membentuk satuan tugas (Satgas) yang khusus menangani penyakit DBD, dengan melibatkan semua unsur pemerintah hingga tingkat RT-RW maupun lintas instansi.
"Ini untuk memastikan agar fenomena penyakit DBD ini tidak kemudian menjadi wabah dan akhirnya muncul travel warning," katanya.
Agustinus mengatakan, bencana penyakit merupakan hal yang sensitif bagi wisatawan terutama kalangan mancanegara yang relatif sangat protektif dengan keselamatannya.
Jika muncul adanya travel warning akibat penyakit DBD, lanjutnya, maka akan merugikan daerahnya sebagai daerah wisata yang sudah mendunia dengan memiliki destinasi unggulan yaitu Taman Nasional Komodo.
"Karena itu sebisa mungkin kami menghindari ini dengan berbagai upaya mengurangi kasus DBD. Tentu tidak hanya untuk kepentingan pariwisata namun terutama juga untuk masyarakat kami," katanya.
(ard)