Jadilah Kawan Baik untuk Mereka yang Patah Hati

CNN Indonesia | Jumat, 01/03/2019 20:46 WIB
Jadilah Kawan Baik untuk Mereka yang Patah Hati Ilustrasi (Istockphoto/Antonio Guillem)
Jakarta, CNN Indonesia -- Saat individu merasakan sakitnya patah hati, ia butuh teman yang bisa mendukung, begitu pula sebaliknya. Saat menemani teman yang sedang patah hati, biasanya seseorang akan berlaga tahu atas apa yang sebaiknya dilakukan dan tidak.

Akan tetapi, bicara dengan mereka yang sedang dilanda patah hati tampaknya percuma. "Patah hati yang luar biasa tentu tidak mudah bagi siapapun, termasuk Anda. Kita hanya melihat dari luar, mencoba meredam rasa sakit," kata psikolog Suzanne Lachmann dikutip dari Psychology Today.

Lachmann memberikan empat saran apa saja yang harus dilakukan selama menemani teman yang baru saja merasa bahwa hidupnya akan berakhir akibat patah hati.


1. Menghargai proses
Ingin rasanya menarik teman yang tengah larut dalam kesedihan keluar untuk sekadar ngopi atau jalan-jalan. Tak aneh, seseorang pasti akan merasa rindu akan keceriaan si teman seperti sedia kala.

Namun, Anda juga harus ingat bahwa tak ada yang bisa dilakukan untuk mempercepat proses kesedihan. Anda juga harus bersiap akan segala hal yang memungkinkan, seperti emosi naik turun yang bisa memengaruhi relasi pertemanan.

"Yang bisa dilakukan adalah mengingatkan dia atau diri sendiri bahwa normal untuk melakukan apapun yang bisa melepas rasa sakit," jelas Lachmann.

2. Mengerti batas diri
Dalam situasi patah hati, teman bisa jadi seseorang yang berbeda dari yang dikenal. Pendapat atau nasihat bisa diinterpretasikan berbeda. Anda harus siap berhadapan dengan teman yang rapuh, terasa jauh, tidak sensitif, bahkan meremehkan apapun.

Faktanya, berteman dalam kondisi sama-sama bahagia terasa lebih mudah daripada dalam kondisi patah hati. Pada menit awal, ia akan menjadi orang yang haus perhatian. Tapi, bisa jadi di menit-menit berikutnya ia begitu membenci Anda.

Yang terpenting, kata Lachmann, dengarkan dia, tetap berada di sampingnya, dan membuatnya merasa dimengerti.

3. Biarkan teman menemukan jalannya sendiri
Patah hati tak ayal membuat seseorang melakukan apapun untuk menuntaskan hal yang mengganjal. Sebagai teman, tentu perasaan ingin menumpahkan saran dan nasihat akan muncul. Namun, saran Anda akan membawa dua dampak untuk si kawan.

Pertama, nasihat akan terbuang percuma tanpa dipraktikkan. Kedua, bisa saja teman malah melakukan sebaliknya karena dia mencari-cari alasan untuk melakukan hal-hal ceroboh.

"Ingat, teman Anda harus menemukan jalan mereka sendiri, di waktu mereka sendiri. Ini adalah bagian dari proses mereka dan ini karena mereka masih mencoba untuk mencerna apa yang terjadi," kata Lachmann.

4. Perhatikan detail
Patah hati benar-benar bisa mengubah seseorang dan cara mereka melihat dunia. Bagi mereka, dunia mungkin terasa asing.

Bukan saatnya untuk berusaha mempercepat waktu kesedihan mereka. Sebagai teman, ada baiknya menawarkan bantuan dalam bentuk berbeda, misal mengingatkan mereka untuk membayar listrik bulanan atau merawat hewan peliharaan dengan membawanya ke dokter untuk cek rutin.

Perlu dimengerti bahwa tak ada yang bisa dilakukan untuk mengubah atau memperbaiki. "Lebih baik hadir dan menghargai keputusasaan mereka dengan terbuka dan menyisakan ruang yang sedikit untuk menghakimi. Pertemanan Anda akan lebih baik, dan kapasitas Anda sebagai teman baik akan semakin dalam," imbuhnya. (els/asr)


BACA JUGA