Mengolah Plastik Bekas Lewat Donasi Sampah

CNN Indonesia | Kamis, 07/03/2019 17:43 WIB
Mengolah Plastik Bekas Lewat Donasi Sampah Ilustrasi sampah plastik (CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Betapa sampah plastik yang dihasilkan Indonesia begitu banyak. Indonesia bahkan disebut-sebut sebagai salah satu kontributor terbesar sampah di lautan.

Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) dan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sebanyak 64 juta ton sampah plastik dibuang setiap tahunnya. Sebanyak 24 persen di antaranya tidak terkelola dengan benar.

Angka itu membuat banyak pihak khawatir. Berbagai pihak mencari cara untuk mengatasi merebaknya sampah plastik. Pengusaha ritel modern, misalnya, yang memberlakukan program kantong plastik berbayar bagi para konsumen.


Atau, cara lain yang dilakukan Kertabumi Foundation, mengolah dan menjadikan plastik sebagai barang layak guna. Mereka menyulap sampah-sampah plastik yang seringkali dianggap tak bernilai menjadi sesuatu bernilai ekonomis tinggi. Mulai dari dompet koin, card holder, pouch, sabun, hingga travel bag


"Saya sadar kalau milah sampah aja enggak cukup. Kan, konyol kalau kita udah milah sampah, eh terus nanti dibuang lagi," ujar pendiri Kertabumi Foundation, Ikbal Alexander, pada CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Menurut Ikbal, penggunaan sampah plastik harus disetop, mulai dari individu, rumah, dan lingkungan. "Gimana caranya supaya sampah ini enggak sampai ke Bantargebang? Ya, kita olah jadi sesuatu yang berguna," kata alumnus Fakultas Ekonomi Universitas Padjadjaran ini.

Tak mengantongi ilmu dasar soal seni kriya tak menyurutkan Ikbal untuk melakukan perubahan pada dunia kecilnya. Ikbal mulai belajar secara otodidak sejak 2017 lalu melalui video-video kreasi daur ulang yang tersebar di dunia maya.

Awalnya, yang diajak hanyalah keluarga--sebagai lingkungan terkecil--untuk lebih cerdas mengolah sampah. Tahap selanjutnya adalah menggandeng anak-anak jalanan dan warga di perkampungan sekitar untuk bekerja di bawah Kertabumi Foundation sebagai perekacipta sampah plastik.


Kertabumi juga rutin menggelar training dan workshop di berbagai daerah di Jakarta. Siapa pun boleh ikut dengan gratis hanya dengan membawa sampah plastik minimal lima kilogram dalam setiap pertemuan.

Tak hanya itu, Kertabumi juga menampung donasi sampah. Dari sanalah, produk-produk daur ulang sampah plastik mereka tercipta.

Apa yang dilakukan Ikbal tak main-main. Eksperimen itu muncul atas misi yang diembannya untuk membawa Indonesia bebas dari sampah. Dia ingin mengubah paradigma banyak orang saat hendak membuang sampah.

"Oh, bisa lho, sampah dibikin kayak gini terus dijual. Lumayan, kan, pouch dari plastik bekas aja harganya Rp50 ribu. Kalau semua orang mikir kayak gitu, enggak akan ada sampah, mereka bakal lebih milih ngolah," jelas Ikbal.

Ragam barang daur ulang yang dicipta Kertabumi dijual dengan kisaran harga mulai dari Rp30 ribu hingga Rp300 ribu. Permintaan juga biasa datang dari sejumlah perusahaan yang meminta dibuatkan goodiebag.

Ikbal ingin apa yang dilakukannya ini meluas ke seantero penjuru Indonesia. Bersama Kertabumi, dia membagikan tutorial pembuatan produk-produk daur ulangnya melalui platform YouTube dan Instagram secara cuma-cuma.

"Kalau lewat workshop saja, kan, cakupannya enggak luas. Saya senang kalau ada Kertabumi kedua, ketiga, dan lainnya di seluruh wilayah Indonesia," pungkas Ikbal. (fau/asr)