Edinburgh Pertimbangkan Pajak untuk Wisatawan

CNN Indonesia | Senin, 11/03/2019 20:33 WIB
Edinburgh Pertimbangkan Pajak untuk Wisatawan Ilustrasi. (Foto: Wikimedia Commons/Canthusus)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu kota di kawasan negara Skotlandia, Edinburgh, akan menerapkan pajak untuk wisatawan. Pajak ini diterapkan guna menghindari destinasi wisata populer dari musibah overtourism.

"Pajak wisatawan ini akan dikenakan kepada wisatawan yang menginap di Edinburgh, dan sudah masuk dalam bagian dari biaya akomodasi," tulis situs pemerintah Edinburgh, seperti yang dikutip dari CNN Travel, Senin (11/3).

"Pemerintah kota Edinburgh juga menilai pajak wisatawan ini penting untuk Edinburgh, karena bisa menjaga aset dalam sektor pariwisata kota ini."


Kota terbesar di Skotlandia ini, berencana menerapkan biaya sebesar US$2,6 (atau sekitar Rp37 ribu) per orang per malam.

Biaya ini diterapkan untuk wisatawan yang menginap di Edinburgh sampai tujuh malam, namun jika wisatawan menginap lebih lama maka biayanya akan lebih mahal.



Pajak untuk wisatawan yang menginap lebih lama di Edinburgh, maksimal 14 Euro (atau sekitar Rp225 ribu).

Rancangan ini tinggal menunggu Pemerintah Skotlandia untuk menandatangani sebelum disahkan.

Wacana pajak untuk wisatawan ini bukan hal yang baru di Eropa, Venesia sudah lebih dulu bahkan peraturannya terkesan lebih kejam.

Wisatawan yang masuk ke kawasan Venesia, entah itu menginap atau tidak, dikenakan pajak wisatawan sebesar US$11 (sekitar Rp157 ribu) per orang.

Bahkan Bali juga sempat melontar wacana ini, setiap wisatawan mancanegara yang berkunjung ke pulau dewata ini akan dikenakan pajak wisatawan.

[Gambas:Video CNN]

(agr/ard)