Cegukan Seperti Sandiaga Uno Bisa Jadi Tanda Sakit Serius

CNN Indonesia | Kamis, 18/04/2019 16:42 WIB
Cegukan Seperti Sandiaga Uno Bisa Jadi Tanda Sakit Serius ilustrasi cegukan (Istockphoto/Damir Khabirov)
Jakarta, CNN Indonesia -- Absennya calon wakil presiden nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno cukup membuat publik bertanya-tanya. Usai pencoblosan, Prabowo Subianto menghelat konferensi pers di hadapan pendukungnya. Namun Sandiaga tak terlihat hadir mendampingi. 

"Sejak siang agak terganggu, cegukan terus. Enggak tahu ya kenapa terjadi seperti itu," kata Ferdinand Hutahaean, juru bicara BPN Kamis (18/4). 

Tanpa disadari, cegukan kerap dianggap sepele dan bakal hilang dengan sendirinya. Meski sepele, cegukan bisa sangat mengganggu.


Cegukan terjadi karena adanya kontraksi diafragma yang tidak disengaja. Tiap kontraksi diikuti oleh penutupan tiba-tiba pita suara yang menghasilkan suara khas.

Menurut Timothy Pfanner, asisten profesor kedokteran di Texas A&M health Science Center College of Medicine, cegukan biasanya hanya berlangsung sebentar dan bisa hilang dengan sendirinya. Namun bila berlangsung dalam waktu panjang dan tak seperti biasanya, kemungkinan  cegukan merupakan sinyal akan kondisi kesehatan yang lebih serius. 


Berikut beberapa penyakit yang berpotensi timbul dengan gejala cegukan.

1. Penyakit asam lambung (GERD)

Gastroesophaegal Reflux Disease (GERD) alias penyakit asam lambung ditandai dengan nyeri pada ulu hati atau sensasi terbakar di dada karena asam lambung naik menuju esofagus. Cegukan terus-menerus adalah satu gejala penyakit asam lambung. 

Asam lambung yang naik menyebabkan iritasi pada nervis frenikus. Ini adalah saraf otak yang bertanggungjawab atas cegukan. Tubuh punya mekanisme cegukan untuk mengeluarkan benda asing dari dalam tubuh berukuran kecil. Ketika benda asing berukuran besar maka orang akan tersedak sebagai mekanisme mengeluarkan beda tersebut. 

Iritasi membuat saraf memberikan sinyal ke otak berlebihan bahkan lebih dari kebutuhan tubuh. 

2. Stres

Cegukan juga berhubungan dengan stres. Jika muncul cegukan bersamaan dengan meningkatnya stres, pertimbangkan untuk berhenti sejenak untuk menenangkan diri. Ambil waktu untuk meditasi, olahraga, atau berlibur. 


3. Kanker

Mengutip dari Reader's Digest, cegukan bisa merupakan tanda kehadiran beberapa tipe kanker termasuk kanker otak, perut, atau kelenjar getah bening. Cegukan yang membandel bisa berlangsung 48 jam hingga kurang dari 30 hari. Pfanner mencatat, mereka yang mengalami cegukan lebih dari 30 hari bisa dikaitkan dengan kanker. 

Cegukan lebih dari 30 hari mengindikasikan sesuatu yang serius terjadi di dalam tubuh. Namun ahli mencatata bahwa jarang sekali terjadi bahwa cegukan adalah tanda kanker. 

4. Pneumonia

Cegukan terus-menerus bisa jadi gejala gangguan pernapasan atau pneumonia. Biasanya gejala ini muncul bersama dengan sakit di dada, demam, kedinginan, dan napas pendek. Biasanya dokter akan melakukan pengecekan dengan sinar X untuk menentukan apakah pasien positif penumonia atau tidak. 

5. Peradangan pada sistem saraf pusat

Neuromyelitis optica spectrum disorder (NMOSD) adalah kondisi peradangan pada sistem saraf pusat yang mempengaruhi sistem otak, saraf penglihatan dan saraf tulang belakang. Gejalanya antara lain, cegukan yang susah hilang, muntah, hilangnya kemampuan melihat dan mual. 

Orang perlu sesegera mungkin ke dokter jika cegukan muncul bersamaan dengan geja-gejala ini. 


6. Stroke

Sebuah survei nasional yang dilakukan Ohio State University Wexner Medical Center menemukan kebanyakan wanita tidak tahu bahwa cegukan bisa jadi tanda stroke. Dari seribu wanita yang turut survei, hanya sekitar 10 persen yang sadar akan hal ini. 

Cegukan yang disertai dengan sakit pada dada adalah tanda stroke pada wanita. Faktanya National Stroke Association mencatat cegukan disertai dengan  mual, bingung, dan rasa lemah adalah beberapa gejala stroke unik yang bisa dirasakan wanita. 

7. Serangan jantung

Jika cegukan tak hilang dalam beberapa hari, maka kemungkinan orang terkena serangan jantung. Josh Davenport, dokter di Luke's Roosevelt Hospital, New York City teringat akan pengalamannya menangani pasien 68 tahun yang cegukan empat hari berturut-turut. 

Sang pasien mengalami diabetes dengan kebiasaan merokok yang buruk. Setelah dicek dengan elektrokardiogram, rupanya ada indikasi serangan jantung meski pasien tidak menunjukkan gejala serangan jantung pada umumnya seperti, berkeringat, lemah atau sakit pada dada. 

Ia memperingatkan, cegukan bisa sebagai tanda serangan  jantung tetapi sangat jarang. 

8. Kesehatan ginjal menurun

Saat seseorang mengalami penyakit ginjal kronis, cegukan bisa jadi indikasi kondisi ginjal makin memburuk. Di sini cegukan akan disertai dengan sakit pada tulang,  napas bau, dan otot berkedut. 

Ginjal bertanggungjawab untuk membuang sampah dan kelebihan cairan pada tubuh sehingga kemampuannya untuk bekerja secara efektif adalah vital. Perlu perhatian serius jika cegukan disertai dengan gejala lain. (els/chs)