Berlebaran di Pusat Wisata Edukasi Desa Bangunjiwo

ANTARA, CNN Indonesia | Kamis, 16/05/2019 14:09 WIB
Berlebaran di Pusat Wisata Edukasi Desa Bangunjiwo Desa Bangunjiwo punya beberapa pusat kerajinan, termasuk Kampung Kasongan yang dikenal sebagai pusat keramik dan gerabah. (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta adalah salah satu tujuan populer bagi para pemudik setiap lebaran tiba. Itu sebabnya kawasan yang berada di bagian selatan Jawa ini tak henti-henti menawarkan destinasi wisata baru, agar para pemudik bisa menikmati Yogyakarta. 

Salah satu pilihan yang ditawarkan untuk lebaran kali ini adalah objek wisata edukasi di Desa Bangunjiwo.

Desa Bangunjiwo terletak di Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, adalah kawasaa kecil yang memiliki segudang potensi. Mulai dari seni, tradisi, kerajinan, industri kreatif, hingga pertanian.


Mengutip Antara, Kamis (16/5), Desa Bangunjiwo punya beberapa pusat kerajinan, termasuk di antaranya Kampung Kasongan yang dikenal sebagai pusat keramik dan gerabah.

Sementara Dusun Jipangan yang merupakan kawasan sentra kerajinan berbahan bambu seperti kipas dan hiasan rumah.

Produksi kipas Jipangan masuk ke pasar kerajinan di Bantul dan Kota Yogyakarta serta daerah lain seperti Bali, Jakarta, dan Bandung.

Selain itu ada pedukuhan Gendeng yang merupakan pusat kerajinan tatah sungging kulit (wayang) berkualitas. Saat ini ada setidaknya 25 pengrajin wayang kulit namanya dikenal oleh para dalang dari berbagai daerah.

Pusat kerajinan lainnya ada di Lemahdadi, sentra kerajinan patung batu (pahat dan cetak) yang produknya sudah masuk pasar ekspor.

Guna mengoptimalkan pengembangan industri kerajinannya, desa yang meliputi 19 pedukuhan itu pada tahun 2011 membentuk paket wisata edukasi Kaji Gelem yang merupakan akronim dari Kasongan, Jipangan, Gendeng, dan Lemahdadi.

Upaya pengembangan wisata kawasan Kaji Gelem, yang mendapat sokongan pembiayaan dari dana desa, diproyeksikan bisa meningkatkan pendapatan desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang saat ini masih bersumber dari penyewaan gedung dan tanah kas.

Dengan mempromosikan paket wisata edukasi Kaji Gelem, kunjungan wisatawan tidak lagi hanya terfokus di Kasongan sebagai daerah yang lebih dahulu populer, namun bisa merambah ke sentra kerajinan lain seperti Jipangan, Gendeng, dan Lemahdadi.

[Gambas:Video CNN] (agr/agr)