Waspada Gelombang Tinggi di Objek Wisata Pantai

agr, CNN Indonesia | Selasa, 04/06/2019 15:34 WIB
Waspada Gelombang Tinggi di Objek Wisata Pantai Ilustrasi gelombang tinggi. (Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memasuki momen libur lebaran, objek wisata pantai menjadi salah satu tempat langganan yang dikunjungi masyarakat untuk piknik bersama sanak saudara.

Sayangnya tidak banyak orang yang peduli dengan kondisi alam saat mereka berwisata, kebanyakan terlena dalam suasana gembira.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap adanya potensi gelombang tinggi yang akan terjadi dalam empat hari kedepan (4 - 7 Juni 2019) di sejumlah wilayah pesisir Indonesia.


Mengutip rilis BMKG yang diterima CNNIndonesia.com, Selasa (4/6), peningkatan gelombang tinggi disebabkan oleh adanya sistem tekanan tinggi di Perairan Utara Sabang.

Berdasarkan hasil pengamatan BMKG, terpantau adanya potensi peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Indonesia seperti perairan Utara Sabang, Laut Jawa bagian tengah dan timur, Perairan Sabang - Banda Aceh, Perairan Utara Jawa Timur - Kep. Kangean, Perairan Barat Aceh, Perairan Kotabaru, Perairan Barat P. Simeulue hingga Kep. Mentawai.

Kemudian Selat Makassar bagian selatan dan tengah, Perairan Pesisir Bengkulu, Perairan Timur Kep. Selayar,Perairan Barat Lampung, Laut Flores, Samudera Hindia barat Aceh hingga Kep. Nias, Perairan Bau Bau, Selat Sunda bagian selatan, Laut Seram bagian timur, Selat Sape bagian selatan dan Selat Sumba, Perairan Selatan dan Timur Kep. Sula, Perairan Selatan Flores, Perairan Fak Fak - Kaimana, Laut Sawu, Perairan Amamapre, Laut Natuna Utara, Perairan Utara Kep. Kei - Kep. Aru, Perairan Selatan Kalimantan, serta Perairan Barat Yos Sudarso.

Sementara itu beberapa wilayah perairan Indonesia lainnya juga berpotensi diterpa gelombang yang lebih tinggi berkisar antara 2,5 hingga 4 meter, seperti kawasan di pantai kepulauan Nias, kepulauan Mentawai, Selatan Jawa, Laut Banda, Selat Bali, Samudera Hindia di Selatan Jawa hingga NTT, Laut Arafuru, dan Selatan Pulau Buru.

Selain mengimbau masyarakat yang hendak berwisata pesisir, BMKG juga mengimbau nelayan untuk memperhatikan keselamatan pelayaran.

Beberapa moda transportasi yang beresiko di antaranya adalah perahu nelayan, kapal tongkang, kapal ferry, dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar.

[Gambas:Video CNN] (agr)