Aneka Pertanyaan yang 'Haram' Dilontarkan Saat Idul Fitri

CNN Indonesia | Rabu, 05/06/2019 16:33 WIB
Aneka Pertanyaan yang 'Haram' Dilontarkan Saat Idul Fitri Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian besar penduduk Indonesia, berkumpul dengan keluarga besar saat idul fitri menjadi saat yang dinanti, sekaligus tak dinanti.

Momen ini menjadi hal yang dinanti karena lebaran adalah ajang untuk bertegur sapa, sekaligus bercengkerama bersama anggota keluarga besar yang jarang bertemu.

Namun sayangnya momen keakraban itu kerap dirusak oleh aneka pertanyaan 'ajaib', yang membuat suasana menjadi tidak nyaman. Meskipun mungkin maksudnya bukan mencibir, namun tidak semua orang bisa santai menyikapi pertanyaan ini. Bahkan tak jarang yang membawanya ke dalam hati.


Untuk itu sebaiknya tidak merusak suasana lebaran dengan pertanyaan-pertanyaan 'haram' yang bisa merusak keakraban. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang sebaiknya tak ditanyakan saat berkumpul bersama keluarga besar.



1. "Kapan nikah?"

Buat sebagian orang, menikah bukan keputusan mudah. Karena banyak hal menjadi pertimbangan, misalnya belum menemukan pasangan yang dirasa pas atau masih ada banyak impian yang ingin dicapai.

Sayangnya tidak semua orang bisa memahami ini, karena biasanya orang hanya menilik usia dan menghubungkannya dengan waktu pernikahan. Padahal menikah tidak mengenal deadline.

2. "Kapan punya anak?," atau "Kapan punya adik lagi?"

Biasanya memiliki anak adalah skenario selanjutnya setelah menikah, namun tidak semua harus melewati bagian tersebut sesuai dengan skenario.

Ada yang harus berjuang selama bertahun-tahun untuk menimang anak, atau memutuskan untuk tidak memiliki anak.

Jadi sebaiknya tidak usah mengajukan pertanyaan seperti ini, karena bisa membuat pasangan yang sedang berjuang memiliki anak jadi tidak nyaman.



3. "Kerja di mana?"

Hidup di tempat perantauan sering dianggap punya pekerjaan bagus. Sebagian keluarga besar yang berdomisili di desa memandang para perantau ini memiliki rezeki lebih.

Padahal ada pula yang masih berjuang mencari pekerjaan dan harus tinggal sembari mencari pekerjaan di kota.

Jika pertanyaan soal pekerjaan disinggung, tentu ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Sebenarnya mungkin pertanyaan biasa atau malah sebagai bentuk perhatian keluarga.

Namun jika tidak siap dengan pertanyaan ini, orang bisa cenderung menarik diri dari keluarga atau lingkungan.



4. "Kapan lulus?"

Bagi siapapun yang pernah mengenyam pendidikan di bangku kuliah, tahapan lulus adalah momen yang paling ditunggu. Namun pertanyaan semacam ini bukannya memberi semangat, tapi justru sebaliknya.

Sebaiknya dukungan untuk menyelesaikan proses belajar tak usah disampaikan dalam bentuk pertanyaan, melainkan dalam doa atau yang lainnya saja.

5. Kok gemukan?

Setiap orang jelas memiliki otoritas penuh atas tubuhnya sendiri, mau gemuk atau kurus bukanlah persoalan.

Pertanyaan soal keadaan bentuk tubuh tak jarang menimbulkan rasa tak percaya diri. Padahal mereka yang ditanyai awalnya tidak berpikir aneh tentang tubuh mereka tetapi begitu pertanyaan muncul, mereka langsung merasa ada yang kurang atau tidak sempurna.

[Gambas:Video CNN] (els/agr)