Kampot, Kebun Lada dan Destinasi Pesta 24 Jam

Rika Nova, CNN Indonesia | Sabtu, 15/06/2019 17:12 WIB
Foto: Dok. Rika Nova
Kampot, CNN Indonesia -- Kamboja sebagai tujuan wisata, lebih sering diingat atas reruntuhan kota kuno Angkor Wat di Siem Reap. Padahal, tiga jam saja dari Ibu Kotanya, Kampot menawarkan pilihan wisata yang jauh lebih berwarna.

Kampot termasyhur di dunia internasional lantaran ladanya. Banyak artikel menyebutnya sebagai lada terbaik di dunia. Lebih dari sekadar merek dagang, Kampot seolah-olah menjadi kata kunci untuk kualitas lada di pasar dunia.

Sebab itu, wisata kebun lada tentu menjadi salah satu yang paling terkenal. La Plantation adalah kebun lada organik yang paling sering dikunjungi.



Namun, lebih dari sekadar pedasnya lada, Kampot menawarkan banyak tujuan wisata yang unik. Mulai dari perjalanan spiritual, meditasi, dan yoga, pendakian taman nasional, hingga pesta 24 jam.

Sementara, buat penggemar durian, Kampot juga dikenal sebagai Ibu Kota Durian.

Selain itu, beragam olah raga sungai, pelayaran di atas kapal menuju matahari tenggelam, hingga pengamatan burung ibis juga dapat menjadi pilihan.

Meski memiliki tujuan yang berbeda-beda, pada akhirnya turis-turis ini akan bersatu jua di kafe-kafe untuk sarapan pagi atau menyesap kopi di downtown.


Antara hulu sungai, bukit, dan downtown

Ada tiga wilayah utama yang paling asik untuk menginap di Kampot. Tiap wilayah menawarkan tujuan utama wisata yang berbeda.

Pertama adalah di downtown, kedua adalah di hulu sungai, terakhir adalah di Bukit Bokor.

Berada di downtown artinya pengunjung akan memiliki akses mudah ke berbagai restoran, bar independen, restoran lucu, kedai kopi trendi, tempat pesta-pesta rahasia (perhatikan jika ada toko atau gudang pakaian dengan rolling door terbuka setengah pada separuh malam, maka pesta sedang berlangsung di halaman belakang!), pasar malam, serta akses kapal untuk menyusuri sungai kala matahari tenggelam.

Kapal-kapal yang berlabuh di pinggir sungai Preaek Tuek Chhu biasanya menjual tiket untuk pesiar kala senja, atau pelayaran kala matahari tenggelam. Tak sekadar berlayar, mereka juga biasanya menawarkan makanan dan minuman, serta musik yang menggelegar.

Sementara, menginap di hulu sungai akan memberi akses langsung atas beragam olah raga air. Berenang di hulu Preaek Tuek Chhu yang begitu jernih memang sangat menyegarkan. Selain itu, pengunjung juga bisa melakukan beragam olah raga air di wilayah ini.

Menginap di daerah hulu memberi pilihan menginap di hotel-hotel kayu di pinggir sungai dengan teras yang memungkinkan kita meloncat langsung ke sungai.

Daerah hulu pun menawarkan wilayah taman yang terbuka, pemandangan alam, serta jauh dari ingar. Beberapa penginapan bahkan sangat jauh ke hulu tanpa akses aspal.

Terakhir adalah menginap di sekitar Bukit Bokor. Bukit Bokor mengadakan maraton bertaraf internasional menjelang akhir tahun. Maraton di Bokor yang berkelok-kelok, naik turun, dan berada di ketinggian menjadi tantangan tersendiri.

Selain itu, satu-satunya hotel besar yang ada di Bokor juga adalah kasino. Banyak pengunjung yang datang untuk berjudi di sana.

Kebanyakan pengunjung lebih memilih menginap di daerah downtown lalu melakukan perjalanan sehari penuh ke wilayah ini untuk mengunjungi air terjun, patung Lok Yeay Mao, pagoda di atas awan, reruntuhan istana musim panas, serta wisata gedung-gedung tua peninggalan jajahan Prancis.

Jika memutuskan untuk berkunjung sehari saja, pegawai hotel biasanya dapat membantu untuk memesankan tur.


Pengalaman wisata di Kampot masih berlanjut ke halaman berikutnya...

(ard/ard)
1 dari 2