Waspada 4 Jenis Infeksi Cacingan pada Anak

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 28/06/2019 14:11 WIB
Waspada 4 Jenis Infeksi Cacingan pada Anak Ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta, CNN Indonesia -- Tak seperti penyakit kanker atau penyakit akut lain, infeksi cacingan sering dianggap sepele, apalagi jika sudah menyangkut anak-anak. Orang tua kerap abai padahal penyakit ini adalah masalah besar buat anak.

Kebiasaan bermain dan eksplorasi anak membuat anak rentan terkena infeksi cacingan. Kebiasaan bermain membuat anak sering terpapar kotoran.

Ada beberapa jenis infeksi cacingan yang perlu diwaspadai orang tua. Berikut merangkum berbagai sumber.


1. Cacing kremi
Cacing kremi atau Enterobius vermicularis jadi yang paling umum menginfeksi anak. Menyitat laman Raising Children, anak bisa terinfeksi saat menelan telur cacing secara tidak sengaja, seperti saat makan tapi belum membersihkan tangan.

Saat tertelan, telur cacing akan langsung menuju usus halus, menetas, menyerap sari-sari makanan, dan menaruh lebih banyak telur di anus. Ini-lah yang menyebabkan anak kerap menggaruk anus.

Selain rasa gatal pada anus, ciri anak yang terinfeksi cacing kremi antara lain sulit tidur, anus terasa nyeri, bahkan ditemukan cacing pada feses.

2. Cacing gelang
Daripada orang dewasa, anak lebih rentan terkena infeksi cacing gelang (Ascaris lumbricoides). Saat bermain, anak mungkin tak sengaja memasukkan tangan yang sudah terkontaminasi telur cacing atau mengonsumsi makanan yang kurang terjaga kebersihannya.

Menurut laman Healthy Children, anak yang terkena infeksi cacing gelang tidak akan menunjukkan gejala spesifik. Anak hanya akan mengalami kram perut dan muntah-muntah. Cacing pun bisa 'berkeliaran' ke organ lain hingga mengakibatkan infeksi pada liver, pankreas, hingga paru-paru.

3. Cacing tambang
Tak perlu media telur, cacing tambang bisa masuk melalui kulit kaki anak. Begitu masuk, cacing akan mengikuti aliran darah dan menginfeksi organ tubuh seperti paru-paru dan jantung. Namun, cacing tambang umumnya melekat pada usus dengan mengaitkan mulut mereka.

Karena cacing tambang menyerap nutrisi makanan, anak yang terkena infeksi cacingan akan mengalami anemia. Selain itu, anak juga akan mengalami diare, nyeri perut, mual, demam, serta ditemukan darah pada feses.

4. Cacing pita
Infeksi cacing pita bisa menimbulkan penyakit yang disebut taeniasis. Taeniasis bisa disebabkan oleh konsumsi daging (sapi atau babi, ikan) yang tidak dimasak sempurna, konsumsi air yang terkontaminasi larva cacing, dan melakukan kontak dengan penderita taeniasis.

Umumnya, cacing akan menempel pada dinding usus. Cacing pita dewasa bisa tumbuh sepanjang 25 meter.

Jika terkena infeksi cacingan, anak umumnya akan merasakan mual, sakit perut, lemah dan lemas, hilang nafsu makan, serta berat badan menurun. Saat gejala makin parah, cacing menyebabkan kerusakan organ pada jaringan.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)