7 Jenis Bau Miss V dan Penyebabnya

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/07/2019 13:17 WIB
7 Jenis Bau Miss V dan Penyebabnya Ilustrasi (Foto: Istockphoto/liza5450)
Jakarta, CNN Indonesia -- Organ intim perempuan atau miss V sering kali mengeluarkan bau tak sedap. Bau pada miss V sebenarnya adalah sesuatu yang wajar. Namun, bau yang tidak biasa, persisten, dan kuat patut diwaspadai.

Miss V atau vagina dapat mengeluarkan beragam bau yang berbeda pada tiap orang. Kemungkinan bau ini berasal dari siklus menstruasi, kebersihan, atau bau alami dari vagina itu sendiri.

Berikut beberapa hal yang dapat menyebabkan miss V mengeluarkan bau.


1. Fermentasi
Vagina dapat mengeluarkan aroma asam yang tajam seperti hasil dari fermentasi. Aromanya mirip seperti bau yogurt atau roti. Dikutip dari Healthline, bau ini disebabkan karena dominasi bakteri baik di vagina yang sehat yaitu Lactobacilli, sama dengan bakteri pada makanan fermentasi.

Bau ini disebabkan karena tingkat keasaman atau pH miss V berada antara 3,8 hingga 4,5.

"Bakteri Lactobacilli menjaga vagina tetap asam. Ini melindungi terhadap pertumbuhan berlebih dari jenis bakteri jahat," kata dokter ahli kesehatan perempuan Mary Jane Minkin.

2. Tembaga
Vagina juga bisa mengeluarkan bau tembaga atau seperti bau pada uang logam. Bau ini dapat disebabkan oleh darah dan juga hubungan seks.

Bau tembaga karena darah biasanya muncul selama menstruasi. Pasalnya, darah mengandung zat besi sehingga memunculkan aroma tembaga. Hubungan seks yang kuat juga dapat menimbulkan pendarahan ringan sehingga membuat vagina mengeluarkan bau tembaga.

Aroma ini tak perlu dikhawatirkan karena akan hilang dengan sendirinya. Namun, saat aroma tak kunjung hilang ,bahkan saat menstruasi usai, Anda patut curiga dan menghubungi dokter.

3. Manis
Bau yang manis ibarat gula juga tak perlu dikhawatirkan. Bau ini disebabkan oleh bakteri. Tingkat pH di miss V sering kali berubah karena bakteri yang juga ikut berubah. Perubahan inilah yang menyebabkan vagina berbau agak manis.

4. Bahan kimia
Bau bahan kimia mirip dengan bahan pemutih atau amonia juga bisa muncul pada miss V. Jika vagina mengeluarkan bau seperti ini, Anda mesti memeriksakannya ke dokter.

Biasanya bau ini disebabkan urine yang mengandung amonia atau urea. Penumpukan urine pada pakaian dalam di sekitar vulva dapat menimbulkan bau ini. Urine yang berbau amonia merupakan tanda dehidrasi.

Bau bahan kimia juga mungkin disebabkan oleh bakteri vaginosis atau infeksi. Gejala yang timbul biasanya disertai dengan bau busuk, amis, vagina seperti terbakar saat buang air kecil, dan gatal-gatal.

5. Aroma kuat terpanggang
Beberapa orang juga melaporkan bau yang kuat dan kadang seperti hasil pembakaran. Ini disebabkan oleh faktor stres emosional yang membuat kelenjar keringat yakni apokrin dan ekrin bekerja lebih keras.

Kelenjar ini menghasilkan cairan seperti susu. Saat berhubungan dengan bakteri di vagina, cairan ini menghasilkan bau yang menyengat.

6. Amis
Bau amis seperti ikan busuk juga dapat terjadi pada miss V. Ini terjadi akibat infeksi bakteri vaginosis dan juga trichomoniasis atau infeksi menular seksual. Penyakit ini dapat disembuhkan antibiotik.

Dalam kasus yang jarang, bau amis juga dapat menjadi pertanda kondisi yang serius.

7. Busuk
Bau busuk yang membuat hidung mengernyit-- seperti ada organisme yang mati--menandakan adanya sesuatu di dalam miss V. Misalnya saja potongan tampon yang tersisa.

Secara tidak sengaja membiarkan tampon berhari-hari di dalam vagina dapat membuat miss V mengeluarkan bau.

Pada dasarnya, bau vagina yang tidak normal seharusnya mudah dikenali. Segera hubungi dokter jika bau pada vagina disertai dengan gatal, rasa terbakar, sakit saat berhubungan seks, keluar cairan, dan pendarahan yang tidak terkait menstruasi.

[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)


BACA JUGA