8 Kebiasaan yang Buruk bagi Kesehatan Organ Intim Pria

Elise Dwi Ratnasari , CNN Indonesia | Kamis, 12/10/2017 03:32 WIB
8 Kebiasaan yang Buruk bagi Kesehatan Organ Intim Pria Merokok, malas berolahraga dan kurang tidur adalah beberapa kebiasaan yang tanpa sadar mempengaruhi kesehatan organ intim dan kualitas sperma pada pria. (Foto: Thinkstock/Purestock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah kebiasaan ternyata tanpa disadari berefek buruk bagi kesehatan, termasuk kesehatan pada organ intim. Kebiasaan seperti merokok, malas berolahraga atau kurang tidur sangat berpengaruh pada organ intim dan juga kualitas sperma.

Tidak hanya itu, kebiasaan tak mengonsumsi makanan sehat seperti buah misalnya juga turut berpengaruh dan mengganggu kesehatan si 'Mr.P'.

Laporan Times of India pernah mengurutkan sejumlah kebiasaan yang secara perlahan berakibat buruk bagi kesehatan organ intim dan menurunkan kualitas sperma. Beberapa kebiasaan tersebut di antaranya:


1. Malas berolahraga

Sebuah penelitian mengungkapkan pria yang hidup aktif dan berolahraga teratur punya tingkat fungsi seksual lebih baik. Sedangkan, mereka yang tak aktif atau tak banyak bergerak dapat berakibat pada gangguan fungsi seksual bahkan gangguan ereksi.

Apalagi dengan adanya kecanggihan teknologi membuat orang kian lama kian malas, karena hanya dengan sekali 'klik', apapun beres. Membayar tagihan, membeli pulsa bahkan berbelanja. Terasa mudah dan menyenangkan tapi punya dampak negatif bagi kesehatan.

2. Merokok

Merokok memang sering jadi biang kerok penyebab berbagai macam masalah kesehatan, termasuk kesehatan organ intim. Sebuah studi yang dipublikasikan di British Journal of Urology menemukan bahwa 20 persen partisipan pada program berhenti merokok mengaku mengalami ED atau erectile dysfunction. Sebanyak 75 persen yang bebas dari nikotin mengalami performa yang lebih baik.

3. Tak menjaga kebersihan gigi

Jika dipikirkan, mungkin sulit menemukan hubungan antara kebersihan gigi dengan kesehatan organ intim. Namun, jika seseorang mengalami ED, ia pun punya risiko lebih besar untuk mengalami penyakit gusi. Penyakit gusi tujuh kali lebih umum pada pria dengan ED. Hal ini karena bakteri di mulut dapat masuk ke tubuh dan mempengaruhi peredaran darah pada penis.


4. Kurang tidur atau kerap begadang

Menonton pertandingan bola hingga larut atau sekadar nongkrong di kedai kopi sembari mengobrol dengan kawan karib, membuat pria tak sadar porsi tidurnya kurang. Akibatnya, kadar hormon testosteron menurun dan tubuh menjadi letih. Tubuh yang letih bisa berakibat pada kepadatan tulang dan otot, begitu pula berpengaruh pada penis.

5. Kurang aktivitas seks 

Cukup tak cukupnya frekuensi hubungan intim bervariasi pada tiap pasangan. Bagaimanapun, sebuah studi dari American Journal of Medicine menyebut berhubungan intim kurang dari seminggu sekali bisa membuat pria berisiko terkena ED dua kali lipat. Frekuensi berhubungan intim yang disarankan adalah tiga kali dalam seminggu.

6. Menghindari konsumsi semangka

Peneliti dari Texas, Amerika Serikat melaporkan bahwa semangka mengandung sejenis zat bernama citrulline. Zat ini punya efek seperti viagra. Ia merangsang produksi senyawa kimia yang membantu pembuluh darah menjadi lentur dan rileks. Citrulline akan bereaksi dengan enzim tubuh jika dikonsumsi dalam jumlah banyak. Zat ini kemudian akan berubah menjadi arginine, yaitu asam amino yang berkhasiat untuk jantung , sistem peredaran darah dan kekebalan tubuh.


7. Konsumsi lemak trans berlebihan
Jika konsumsi lemak trans fat berlebihan, kualitas sperma akan menurun. Oleh karenanya, lebih dianjurkan untuk mengonsumsi makanan sehat dan menjaga kesehatan organ intim.

8. Menonton maraton televisi
Menghabiskan waktu berjam-jam di depan televisi, atau menonton puluhan episode tayangan tv hingga 20 jam selama sepekan akan menurunkan kualitas sperma. Sebuah studi pernah melaporkan penurunan akibat kebiasaan ini bisa mencapai 44 persen. (rah)