Pariwisata Sawahlunto di Tengah Industri Pertambangan

CNN Indonesia | Senin, 08/07/2019 12:57 WIB
Pariwisata Sawahlunto di Tengah Industri Pertambangan Sawahlunto merupakan kota yang dikenal sebagai pusat pertambangan batu bara, belum lama ini menyandang status Warisan Dunia oleh UNESCO. (Foto: Bukit Asam)
Jakarta, CNN Indonesia -- Penetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO, diyakini berpengaruh positif terhadap sektor pariwisata di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar, Oni Yulfian, merasa optimis pascapenetapan Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto sebagai Warisan Dunia UNESCO
akan banyak wisatawan yang mencari tahu tentang Ombilin.

Namun, ia melanjutkan, menurutnya promosi adalah bagian paling penting dari pengembangan pariwisata di Sawahlunto.


"Ini akan menjadi promosi yang sangat luar biasa, tidak hanya untuk Sawahlunto tetapi juga Sumbar," kata Oni, seperti yang dikutip dari Antara, Senin (8/7).

"Sebelumnya kita sudah punya Tour de Singkarak (TdS) yang gaungnya juga sudah sampai ke dunia internasional. Sekarang ditambah dengan warisan budaya dunia. Mudah-mudahan efek positifnya segera bisa dirasakan."

Penetapan tersebut, ia melanjutkan, dilakukan pada momentum yang tepat karena dunia pariwisata Indonesia sedang tergoncang akibat kebijakan tarif tiket penerbangan domestik.

Terkait status baru yang disandang oleh Ombilin, Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) meminta pemerintah menyetop seluruh aktivitas pertambangan di sekitar Kota Sawahlunto, Sumatera Barat.

"Di Sawahlunto masih ada IUP (izin usaha pertambangan) tambang yang aktif dan aktivitas tambang ilegal yang berjalan," kata Direktur Eksekutif Walhi Sumatera Barat, Uni Chaus.

Hingga saat ini, ia melanjutkan, Walhi mencatat terdapat sekitar 13 IUP tambang batu bara yang masih beroperasi di sana.

"Apabila kota ini dijadikan situs warisan dunia, Kota Sawahlunto harus berbenah dengan menertibkan semua aktivitas tambang emas illegal yang hari ini dilakukan secara masif di sungai dan wilayah yang sebenarnya merupakan pintu masuk utama ke Kota Sawahlunto," lanjutnya.

Selain tambang, ia mengatakan Walikota Sawahlunto juga harus memberi perhatian serius pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap batu bara (PLTU) Ombilin, yang hingga hari ini masih mengeluarkan polusi dari fly ash dan bottom ash dalam jumlah yang mengkhawatirkan, dengan mengambil kebijakan untuk menutup pembangkit listrik yang berada di Desa Sijantang, Kecamatan Talawi, Kota Sawahlunto.

Walhi mengkritisi kondisi tersebut yang justru menyumbang emisi untuk perubahan iklim sehingga tidak benar-benar mencerminkan sisi Nilai Universal Luar Biasa (Outstanding Universal Values/OUVs) dari sebuah Warisan Dunia.

Ombilin Coal Mining Heritage of Sawahlunto adalah Warisan Budaya Dunia UNESCO ke-5 di Indonesia setelah Candi Borobudur (1991), Candi Prambanan (1991), Situs Sangiran ( 1996), sistem Subak di Bali (2012).

[Gambas:Video CNN] (ANTARA/agr)