Meraih Damai dan Harmoni melalui Meditasi Vipassana

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 28/01/2020 10:36 WIB
Meraih Damai dan Harmoni melalui Meditasi Vipassana Meraih damai dan harmoni melalui meditasi Vipassana (Foto: sapphire_penguin/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Meditasi Vipassana merupakan praktik penyembuhan atau pembersihan diri melalui pengamatan diri sendiri. Maksudnya, dengan mencermati pernapasan untuk memusatkan pikiran. Meditasi paling kuno ini pun dikenal sebagai 'obat universal untuk masalah universal'.

Meditasi Vipassana adalah satu dari beberapa jenis meditasi, yang masing-masing memiliki pemaknaan dan caranya tersendiri. Berbeda dengan meditasi Kundalini Yoga dan Zen yang mengutamakan postur dan keaktifan fisik, Vipassana mengandalkan kekuatan dalam diri untuk mencapai keseimbangan pikiran penuh cinta dan kasih. Pengendalian pikiran itulah yang diyakini sebagai obat untuk segala derita.


Meditasi Vipassana bukan untuk menyembuhkan penyakit fisik, melainkan bertujuan untuk membersihkan penyakit mental atau psikosomatis. Tujuannya untuk mencapai kebahagiaan, kedamaian, dan harmoni. Kebahagiaan dapat diraih dengan menghapus tiga hal: nafsu, kebencian, kebodohan. Mengingat tidak ada hubungannya dengan agama apa pun dan dapat dilakukan oleh siapa pun, meditasi Vipassana diyakini sebagai sebuah seni kehidupan.


Merujuk hukum ilmiah, kondisi perasaan dan tubuh dipengaruhi oleh pikiran. Artinya segala derita alias rasa sakit pada tubuh dan perasaan bisa disembuhkan dengan kekuatan pikiran. Hal ini sejalan dengan konsep yang diajarkan meditasi Vipassana. Menarik, bukan?

Sejarah Meditasi Vipassana

Meraih Damai dan Harmoni melalui Meditasi Vipassana [EBG]Ilustrasi: meditasi ampuh untuk menyembuhkan penyakit psikosomatis. (Foto: Istockphoto/KristinaJovanovic)

Mengacu pada Dhamma.org, meditasi Vipassana ditemukan kembali oleh Buddha Gotama lebih dari 2.500 tahun yang lalu. Diajarkan secara turun-temurun oleh rantai guru yang tak pernah putus, Vipassana kini diajarkan oleh guru keturunan India Tuan S.N. Goenka. Lahir dan hidup di Burma, Myanmar, Tuan Goenka menempuh ilmu Vipassana selama empat belas tahun dari seorang pejabat tinggi pemerintahan Sayagyi U Ba Khin.

Sejak 1969, Tuan Goenka mengajarkan Vipassana pada ribuan orang dari beragam latar belakang suku, agama, dan wilayah. Berkembang dari ajarannya, kini meditasi Vipassana kerap dikursuskan bagi mereka yang ingin mendalami ilmu pengendalian pikiran, perasaan, dan tubuh. 

Berapa lama menjalankan meditasi Vipassana? 

Meraih Damai dan Harmoni melalui Meditasi Vipassana [EBG]Dalam kursus meditasi Vipassana, dilakukan minimal sepuluh hari berturut-turut (Foto: morgueFile/bluescreen)

Kedisiplinan dan kemauan yang berasal dari diri sendiri menjadi syarat meditasi Vipassana. Walau tak menuntut waktu, keberhasilan Vipassana bergantung kedisiplinan dan ketekunan pelaku meditasi. Tahap-tahap meditasi Vipassana tidak mudah, terlebih bagi para pemula. Maka itu, keinginan untuk mengikuti meditasi Vipassana haruslah atas dorongan sendiri tanpa paksaan.

Mengacu pada sejumlah kursus, meditasi Vipassana dilakukan minimal selama sepuluh hari, meliputi tiga tahap pembelajaran. Pertama, menghindari membunuh, mencuri, aktivitas fisik dan seksual, berbohong, dan mengonsumsi zat memabukkan. Tahap dasar tersebut bertujuan menenangkan diri menuju pengamatan diri yang lebih mendalam. 


Tahap kedua, latihan pernapasan. Pada tahap ini, peserta meditasi mengembangkan pengendalian pikiran dan berkonsentrasi pada realitas, serta mengandalkan teknik pernapasan melalui lubang hidung.

Tahap ketiga, meditasi Vipassana yang sesungguhnya. Setelah menjalankan tahap kedua selama tiga hari, peserta meditasi diharapkan telah lebih tenang dan berkonsentrasi. Pada tahap ini, pelaku meditasi mengamati apa yang dirasakan tubuh, berupaya memahami sifat alaminya untuk menciptakan ketenangan dan keseimbangan agar tidak bereaksi terhadap apa yang dirasakan tubuh.

Dengan sikap tersebut, meditasi Vipassana meyakini segala sakit pada tubuh sebenarnya tidak akan terasa bila tidak dirasa. Kembali pada inti ajaran meditasi Vipassana, yakni mengatasi derita dengan kekuatan pikiran.

Pengalaman meditasi Vipassana dituangkan oleh Jodi Ettenberg dalam artikel berjudul My Exhausting Mediation Retreat: 10 Days of Vipassana, Silence, and Spiders. Berangkat dari keluhan gelisah dan sulit tidur, berbekal nol pengalaman meditasi, Jodi ikut serta dalam kursus meditasi Vipassana di Selandia Baru.

Selama sepuluh hari, Jodi bangun pukul empat pagi, mengikuti tahap demi tahap pelatihan, dan putus komunikasi dengan semua orang. Melansir Dhamma.org, ia melakukan Noble Silence atau berdiam diri dengan mulia--berarti diam secara tubuh, ucapan, dan pikiran bertujuan mempertahankan konsentrasi.

Meraih Damai dan Harmoni melalui Meditasi Vipassana [EBG]Noble silence melatih diri untuk tetap diam bergeming dan tidak terdistraksi oleh rangsangan fisik apa pun seperti pegal, sakit, atau gatal. Foto: Istockphoto/Aleksej Sarifulin

Melansir The Guardian, dalam meditasi Vipassana peserta diajak mengabaikan segala derita yang dirasakan tubuh. Peserta diharuskan berdiam diri selama berjam-jam, mengabaikan kaki dan punggung yang pegal, hingga hidung yang gatal. Tak boleh menggerakkan tubuh, mengubah posisi, bahkan menggaruk.

"Dengan tidak membiarkan diri kita sendiri bereaksi atas yang tubuh rasakan, kita melatih pikiran untuk membangun pembatas atas reaksi tersebut," ujar Jodi.

"Anda berfokus pada leher (selain bagian tubuh yang sakit) dan mengabaikan otak yang membujuk Anda untuk menghiraukan sakit di kaki. Anda mengingatkan diri sendiri bahwa sakitnya sementara, seperti segala hal di kehidupan ini."

Bisakah berlatih Vipassana di rumah?
Tak masalah jika mau mencoba meditasi Vipassana sendiri tanpa bimbingan kursus. Namun biasanya, kendala ada pada sulitnya membangun konsentrasi. Padahal, perhatian penuh pada dalam diri adalah langkah awal sekaligus kunci keberhasilan meditasi Vipassana.

Melansir situs Vipassana.com, jika ingin melakukan meditasi Vipassana sendiri di rumah, sebagaimana tahap-tahap pada program kursus, Anda bisa memulainya dengan latihan pernapasan. Jika sudah tenang dan konsentrasi total, mulai meditasi dengan posisi duduk tanpa mengubah posisi dan tanpa distraksi pada pikiran.

Membangun konsentrasi dan memfokuskan diri bukan hal mudah. Oleh karenanya, disarankan sejumlah cara untuk membangun konsentrasi dengan berhitung, mengatur pernapasan, memfokuskan pikiran pada satu titik, dan menjadikan pikiran sebagai gate keeper atau penyaring segala ingatan dan kekhawatiran yang mengganggu perhatian.

Mengetahui manfaat Vipassana dapat mengendalikan diri dan pikiran, sudah memutuskan mau mencoba melakukannya sendiri di rumah atau di tempat meditasi? 

(vid/fef)


ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA