Membangkitkan Energi Terbesar dengan Meditasi Kundalini

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 02/11/2019 14:31 WIB
Membangkitkan Energi Terbesar dengan Meditasi Kundalini Membangkitkan Energi Terbesar dengan Meditasi Kundalini (Foto: Istockphoto/KristinaJovanovic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika Anda ingin sehat jasmani dan rohani, meditasi bisa menjadi solusi. Salah satunya melakukan meditasi kundalini. Tak seperti vipassana, zen, metta, dan berbagai jenis meditasi lainnya, kundalini berusaha membangkitkan energi terbesar dari dalam diri yang diyakini bersumber dari tulang belakang.

Kekuatan yang dihasilkan dari meditasi kundalini melepaskan sebanyak tujuh chakra pada tubuh dan chakra Sahasrara alias energi tertinggi yang berada di atas kepala. Dengan membangkitkan energi tersebut mampu membersihkan sistem tubuh dari segala gangguan pada mental, spiritual, dan fisik.


Pada dasarnya, setiap orang memiliki energi kundalini yang besar. Untuk membangkitkan, menerima, dan menggunakannya, diperlukan konsentrasi tinggi untuk kesiapan tubuh, pikiran, dan emosi. Tanpa pengendalian yang baik, tak hanya sulit diperoleh, energi kundalini justru berbahaya jika tidak diterima dengan sempurna.


Kundalini, Yoga atau Meditasi?

Membangkitkan Energi Terbesar dengan Meditasi Kundalini [EBG]Berkebalikan dengan yoga yang mengutamakan keaktifan fisik, kundalini berusaha mencapai keheningan sebagai kekuatan terbesar, melampaui kebisingan dan gerakan (Foto: jeviniya/Pixabay)

Sebenarnya meditasi Kundalini merupakan bagian dari aktivitas yoga. Dengan teknik pernapasan seperti pada yoga, energi kundalini dialirkan untuk keseimbangan sistem tubuh, termasuk saraf, kardiovaskular, serta pencernaan. Dengan aliran energi yang lancar, sistem tubuh bekerja efisien sehingga pikiran menjadi damai.

Melansir situs Common Sense Kundalini, berbeda dengan meditasi yang cenderung mendalami aspek mental dan spiritual, yoga mengutamakan gerakan, postur tubuh, serta pengendalian pernapasan. Menggarisbawahi pentingnya konsentrasi dan pendalaman spiritual baik pada yoga atau meditasi, kundalini digolongkan sebagai aktivitas meditasi sekaligus yoga. Selain itu, sebagaimana pada yoga, meditasi kundalini membutuhkan kesiapan fisik dan pengendalian pernapasan untuk melepas energi.

Hal yang paling membedakan kundalini sebagai yoga dan meditasi adalah unsur keheningan. Berkebalikan dengan yoga yang mengutamakan keaktifan fisik, meditasi kundalini berusaha mencapai keheningan (absolute stillness) sebagai kekuatan terbesar, melampaui kebisingan dan gerakan.

Berkomunikasi dengan Tubuh Sendiri melalui Mantra
Meditasi kundalini memerlukan dua komponen dasar, yakni penggunaan suara dan pengendalian pernapasan. Dalam meditasi, suara seperti kata-kata beritme berfungsi mempertahankan konsentrasi.

Melansir Kundaliniyoga.org, terdapat mantra khusus sebagai suara dalam meditasi kundalini, yakni 'Sat Nam'. Sat berarti kebenaran (truth) dan Nam berarti identitas (identity). Meditasi kundalini memaknai 'Sat Nam' sebagai mantra untuk memanggil jiwa diri yang 'sesungguhnya', tak lain untuk menghidupkan energi dari dasar tulang belakang.


Baik diucapkan dalam hati, berbisik, atau dengan keras, mantra diyakini memengaruhi kerja otak, keseimbangan hormon, serta kestabilan emosi. Itulah alasannya mantra kerap dilafalkan baik ketika bermeditasi atau ketika beraktivitas sehari-hari.

Sebagaimana pada yoga, pernapasan atau pranayam menjadi kunci kelancaran kundalini. Sebab ritme pernapasan memengaruhi suasana hati, energi, serta meningkatkan konsentrasi. Maka itu, diperlukan teknik bernapas yang baik untuk mencapai keberhasilan yoga kundalini.

Melakukan Kundalini di Rumah
Sebagaimana teknik jenis meditasi lainnya, kundalini memerlukan konsentrasi tinggi. Meski terlihat sepele, nyatanya bukan hal mudah yang dilakukan untuk para pemula. Tak heran, kerap dibuka kelas khusus untuk meningkatkan fleksibilitas tulang belakang sebagai kunci kundalini. Walau begitu, bukan berarti tak bisa mencoba meditasi kundalini sendiri di rumah, lho.

Langkah pertama membangkitkan energi dengan kundalini adalah mempersiapkan pikiran, tak lain untuk membangun konsentrasi. Memang diperlukan kesabaran tinggi untuk mendalami pikiran. Untuk itu, pastikan Anda melakukan kundalini dalam situasi dan tempat paling nyaman.

Kedua, postur tubuh yang baik. Walau tak mengedepankan aktivitas tubuh sebagaimana pada yoga, kundalini memerlukan postur tubuh baik untuk kelancaran energi. Misalnya, dengan duduk tegak agar energi dari dasar tulang belakang teralirkan dengan lancar.


Ketiga, teknik pernapasan, yakni dengan keteraturan pola menarik dan membuang napas. Keempat, gerakan-gerakan tubuh sederhana untuk mempertahankan konsentrasi dan mendalami meditasi, seperti menggerakkan pinggul atau leher secara pelan.

Terakhir, gunakan mantra ajaib. Selain menangkal distraksi, pengucapan mantra dengan ritme membantu Anda mengendalikan pernapasan dalam bermeditasi. Tidak selalu menggunakan Sat Nam, gunakan mantra atau kata lain apa saja yang bisa membantu untuk fokus.

Siap mencoba membangkitkan energi terbesar tubuh dengan kundalini? (vid/fef)