Mengenal Bernard Arnault, Bos LV Orang Terkaya Kedua Dunia

tim, CNN Indonesia | Kamis, 18/07/2019 09:06 WIB
Mengenal Bernard Arnault, Bos LV Orang Terkaya Kedua Dunia Nama Bernard Arnault, bos dan CEO produsen barang fesyen mewah, Louis Vuitton Moet Hennessy mendepak Bill Gates dari posisi kedua miliuner terkaya di dunia.(JOEL SAGET / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Nama Bernard Arnault, bos dan CEO produsen barang fesyen mewah, LVMH  (Louis Vuitton Moet Hennessy) mendepak Bill Gates dari posisi kedua miliuner terkaya di dunia. Ini menjadi sebuah hal tersendiri dalam tujuh tahun sejarah Bloomberg Billionaires Index.

Arnault berada di posisi dua sedangkan Gates kini berada di posisi 3. Di posisi pertama ada Jeff Bezos, bos Amazon.

Mengutip SCMP, LVMH menikmati laba pada 2018 dengan pendapatan sebesar 46,8 miliar euro (US$2,5 miliar). Laba ini meningkat 10 persen dibanding tahun sebelumnya.


Jumlah keuntungan ini membuat nilai Arnault meningkat jadi US$107,6 miliar. Sedangkan Gates lebih dari US$200 juta.

Arnault menambahkan US$39 miliar dalam jumlah kekayaannya di 2019 saja. Ini adalah keuntungan terbesar sejauh ini di antara 500 orang di peringkat tersebut.


Tahun 2019 menjadi tahun yang sangat baik bagi taipan Prancis. Bersama Arnault, bos Kering Francois Pinault dan bos kosmetik Francoise Bettencourt Meyers memiliki keuntungan bersama mencapai US$57 miliar.

Arnault dan keluarganya termasuk dalam pengusaha kaya yang menjanjikan memberi bantuan senilai US$650 juta untuk pembangunan Katedral Notre Dame pascakebakaran.

Pria ini juga memiliki setengah dari LVMH yang berbasis di Paris dan 97 persen saham di Christian Dior.

Pria bernama lengkap Bernard Jean Etienne Arnault ini lahir di Roubaix, Perancis pada 5 Maret 1949. Dia bersekolah di Ecole Polytechnique di Palaiseau. Dia mengenyam pendidikan teknik dan lulus pada 1971. Ayahnya, Jean Leon Arnault adalah berkerja di bidang perakitan dan pemilik perusahaan teknik sipil, Ferret Savinel.

Setelah lulus pada 1971, Arnault bergabung dengan perusahaan ayahnya. Pada 1976, ia meyakinkan ayahnya untuk melikuidasi divisi konstruksi da mengubah fokus perusahaan menjadi real estat.

Dia pun diangkat menjadi direktur pengembangan perusahaan tersebut pada 1974. Arnault pun menjadi CEO perusahaan pada 1977 dan pada 1979 dia menggantikan ayahnya sebagai presiden perusahaan.


Dia masuk ke bisnis barang mewah pada 1984 dengan mengakuisisi grup perusahaan yang menaungi Christian Dior, Boussac Saint Freres. Selain Dior, perusahaan tersebut juga memiliki departement store Le Bon Marche.

Empat tahun kemudian, dia membeli saham besar di LVMH.

Dia juga seorang pengoleksi seni lukisan. Dia bahkan memiliki lukisan modern dan kontemporr termasuk karya Jean-Michel Basquiat, Damien Hirst, Maurozio Cattelan, Andy Warhol, dan Pablo Picasso.




(chs)