Prokontra Orang Tua Bagi-bagi Aktivitas Anak di Medsos

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 26/07/2019 14:09 WIB
Prokontra Orang Tua Bagi-bagi Aktivitas Anak di Medsos Ilustrasi anak-anak (Foto: tookapic/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berbeda dengan banyak selebriti lainnya yang kerap memamerkan keseharian anak, Raisa Andriana dan Hamish Daud memilih untuk 'menyembunyikan' anaknya dari media sosial.

Raisa dan Hamish memutuskan untuk sama sekali tidak mempublikasikan anaknya di media sosial. Tak pernah terlihat tingkah sang buah hati yang bernama Zalina Raine Wyllie itu seperti anak artis atau influencer lainnya.

Sejak awal kehamilan, Raisa dan Hamish getol menunjukkan perkembangan kandungan. Mulai dari vlog kejutan kehamilan di kamar mandi untuk Hamish hingga gelaran baby shower jelang kelahiran si jabang bayi, semua terekam dalam unggahan feed Instagram Raisa.

Hamish sempat mengunggah foto sedang mendekap sang anak di dadanya, sehari setelah kelahiran Zalina pada 13 Februari. Foto itu tak memperlihatkan Zalina dengan jelas karena berkonsep hitam putih. Raisa bahkan baru mengunggah foto sedang menggenggam tangan Zalina dan Hamish, hampir sebulan kemudian.

[Gambas:Instagram]
 
Setelah itu, tak banyak unggahan InstaStory maupun feed Raisa dan Hamish yang memperlihatkan si buah hati dengan jelas. Bukan tanpa alasan Raisa dan Hamish memilih tidak mempublikasikan anak mereka di media sosial pada era digital ini.

[Gambas:Instagram]

Bagi Raisa, anak memiliki privasi, termasuk perkara media sosial. Anak berhak menentukan apakah boleh dipublikasikan di media sosial atau tidak. Raisa mengaku tak ingin melanggar privasi si buah hati di media sosial.

"Bagi aku, anak itu punya privasi dan privasi itu adalah sebuah hak," kata Raisa. Selama si buah hati belum bisa mengutarakan keinginannya, dia tak akan memamerkannya untuk publik.

"Aku belum berani untuk menghilangkan hak dia terhadap privasi. Jadi, untuk sekarang, buat aku aja, buat keluargaku," kata Raisa di Jakarta, awal Juli lalu.

Raisa bahkan mengaku harus menahan dirinya dari media sosial untuk tidak mengunggah kelucuan sang anak yang direkamnya di telepon genggam.

"Sekarang kalau melihat handphone-ku foto dia semua, ada 60 ribu. Cuma aku juga gemas, lihat ya cuma yang aku ekspose lebih momennya. ... Kalau kita lagi jalan-jalan enggak aku tutupin mukanya," tutur Raisa.

Berbeda dengan Raisa, ada banyak orang tua lain yang gemar membagikan aktivitas anaknya di media sosial. Mulai dari kalangan selebriti hingga orang biasa.

Aurelia Ratna misalnya, seorang ibu yang senang membagikan aktivitas anaknya, Chiellyn Ashley, yang hobi memasak di media sosial. Perempuan yang akrab disapa Ratna itu awalnya mengunggah foto sang anak di Instagram sebagai dokumentasi agar dapat tersimpan secara digital.

Lambat laun, kebiasaan dan aktivitas Chiellyn ternyata menarik perhatian netizen. Kini, Chiellyn yang masih berusia enam tahun itu dikenal sebagai koki cilik.

Dari yang awalnya merupakan inisiatif Ratna, kini kebutuhan tampil di media sosial sudah muncul dalam diri Chiellyn.

Namun, Ratna tak serta merta menyerahkan akun si buah hati pada Chiellyn. Karena masih di bawah umur, akun Instagram Chiellyn pun dipegangnya.

"Dia tahu aku yang posting. Dari umur tiga tahun, dia sudah tahu, aku suka masukin di Instagram," kata Ratna pada CNNIndonesia.com, Senin (2/7). Perlahan, Chiellyn tampaknya terbiasa untuk beraksi menggemaskan. "Lama-lama dia sering minta, 'mami, tolong videokan aku'," tambahnya.

Bagi Ratna, keberadaan media sosial memberikan dampak positif untuk anaknya. Kendati demikian, bukan berarti Ratna tak menyadari adanya risiko buruk dari media sosial yang tetap mengintai.

[Gambas:Instagram]

Ratna jelas paham betul tentang beragam risiko tersebut. Untuk mengatasinya, dia berusaha untuk tidak mengungkap data pribadi anak seperti alamat, sekolah, dan sebagainya.

"Menurut aku sebetulnya ada plus minus. Nilai positifnya anak lebih banyak mengenal orang, lebih berani, lebih percaya diri," tutur Ratna.


[Gambas:Video CNN] (ptj/asr)