Studi: Makanan Pedas Picu Risiko Pikun

CNN Indonesia | Kamis, 01/08/2019 09:21 WIB
Studi: Makanan Pedas Picu Risiko Pikun Ilustrasi. Penelitian anyar menemukan makanan pedas bisa picu risiko pikun. (Foto: uroburos/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Makan tanpa rasa pedas bagi sebagian orang terasa kurang nikmat. Padahal, makanan pedas berisiko membuat seseorang pikun saat memasuki usia senja.

Keterkaitan antara makanan pedas dan kepikunan ini diungkapkan dalam studi yang dilakukan oleh University of South Australia dan Qatar University. Studi menemukan bahwa mengonsumsi makanan pedas berlebih bisa memicu perkembangan demensia.

Mengutip Metro, penelitian melibatkan sebanyak 4.582 partisipan berusia 55 tahun. Penelitian melihat pola makan partisipan berbarengan dengan kemampuan memori mereka.


Hasilnya, partisipan yang terbiasa mengonsumsi lebih dari 50 gram cabai dalam sehari berisiko mengalami penurunan daya ingat dan fungsi kognitif yang memburuk.

"Dalam penelitian ini, kami menemukan efek buruk pada kognisi dan daya ingat orang dewasa atau yang lebih tua akibat cabai," ujar pemimpin penelitian, Zumin Shi. Terlalu banyak makanan pedas berisiko memicu pikun.

Penurunan daya ingat lebih signifikan jika si penyuka pedas bertumbuh ramping. Analisis menemukan penurunan daya ingat didorong oleh cabai segar dan kering, tapi tidak pada lada hitam.

"Cabai adalah salah satu rempah yang paling umum digunakan di dunia dan sangat populer di Asia, dibandingkan dengan negara-negara Eropa," ujar peneliti lain, Ming Li. Menurutnya, hampir satu dari tiga orang dewasa di Cina mengonsumsi makanan pedas setiap hari.

Penelitian ini merupakan yang pertama menemukan korelasi antara konsumsi cabai dan penurunan daya ingat. Sebelumnya, penelitian menemukan bahwa cabai berkontribusi terhadap perbaikan metabolisme tubuh dan penurunan berat badan.

Kendati menjadi yang pertama, belum diketahui pasti bagaimana rasa pedas menimbulkan risiko pikun. Diperlakukan penelitian lebih lanjut untuk menjelaskannya.

[Gambas:Video CNN] (nad/asr)