5 Negara yang Dikenal karena Budaya Ngaret

Grab Indonesia, CNN Indonesia | Jumat, 02/08/2019 22:30 WIB
5 Negara yang Dikenal karena Budaya Ngaret Untuk para pejuang #AntiNgaret, kamu gak perlu khawatir lagi karena GrabBike hadir untuk membantu kamu mengejar berbagai hal yang berarti. (Dok. Grab)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika melihat keadaan sehari-hari, Indonesia mempunyai kebiasaan 'ngaret' yang sudah mendarah daging saking sulitnya untuk berubah. Tak heran jika Indonesia menempati urutan nomor satu dalam daftar negara paling santai di dunia dalam daftar The Most Chilled Out Countries in the World dalam Lastminute.com.

Terlalu seringnya pemakluman akan kata terlambat lama-kelamaan membuat kita jengah. Lantas menjadikan kita berpikir bahwa fenomena terlambat atau 'ngaret' ini telah menjadi budaya di Indonesia.

Tapi kenyataannya, tak hanya Indonesia yang memiliki masyarakat yang sering datang terlambat. Beberapa negara di bawah ini juga terkenal dengan budaya jam karet. Bahkan beberapa di antaranya dianjurkan untuk datang terlambat.



1. Brasil
Kebiasaan orang Brasil untuk tidak tepat waktu mencakup semua aspek kehidupan, mulai dari datang ke pesta hingga ke dalam urusan pekerjaan. Masyarakatnya yang tidak pernah ambil pusing akan masalah waktu menjadikan warga negara ini begitu santai menghadapi keterlambatan.

Bahkan jika suatu pesta dimulai jam 7, maka haram hukumnya untuk datang tepat waktu karena itu bisa menyinggung pemilik pesta karena belum siap-siap. Jam 7 yang tercantum pada jadwal berarti sama dengan jam 7 baru mulai untuk bersiap-siap.

2. Cile
Hal yang serupa berlaku di negara Cile. Di negara ini datang terlambat saat jamuan makan justru sangat disarankan karena orang yang datang tepat waktu pasti akan menjadi bahan gunjingan. Hal ini karena mereka yang on time dianggap serakah dan ingin menghabiskan jatah makanan lebih banyak. Lucu bukan?


3. Ekuador
Begitu pula Ekuador, di negara ini mereka yang datang terlambat dianggap sebagai orang yang tepat waktu. Hal ini disebabkan orang Ekuador termasuk orang-orang yang tidak terpaku dengan waktu sehingga telat 15-30 menit pun masih dibilang on time.

Hampir semua hal di Ekuador memiliki keterlambatan dari mulai jam kerja, pernikahan, pesta hingga jadwal penerbangan.

4. Arab Saudi
Prinsip time is money tampaknya tidak berlaku di negara Arab. Orang-orang Arab Saudi menganggap waktu bukanlah sesuatu hal yang berharga. Karenanya bagi mereka, orang yang terlambat 30 menit hingga satu jam bukanlah sebuah masalah. Bahkan menunggu-nunggu kedatangan seseorang sembari melihat jam tangan dianggap hal yang tidak sopan.

5. Ghana
Negara yang paling santai terhadap waktu tampaknya jatuh pada negara Ghana. Warga negaranya dikenal sangat santai dan 'ngaret' setiap melakukan suatu kegiatan.

Jadwal kegiatan yang telah disusun sejak jauh-jauh hari pun bisa berubah sewaktu-waktu. Saking toleran terhadap orang yang terlambat, mereka akan menganggap tidak ada orang yang terlambat jika semua orang datang terlambat.

Ternyata setiap negara memiliki standar tepat waktu yang berbeda-beda. Melalui negara di atas kita belajar bahwa tepat waktu tidak selalu baik, bergantung pada budaya dan latar belakang budayanya. Sehingga ada baiknya ketika akan berkunjung ke setiap negara terlebih dahulu mencari tahu budaya serta kebiasaan orang-orang di dalamnya.

Meski terkenal dengan budaya ngaret, enggak semua orang Indonesia itu senang terlambat. Masih banyak orang-orang yang datang tepat waktu dan sangat menghargai ketepatan waktu. Biasanya orang-orang ini sangat kesal dengan orang yang suka ngaret karena dianggap tidak menghargai waktu dan usaha orang lain.

Untuk para pejuang #AntiNgaret, kamu gak perlu khawatir lagi karena GrabBike hadir untuk membantu kamu mengejar berbagai hal yang berarti bagi kamu, setiap harinya!

Sebelum itu, buat kamu yang suka ngaret, yuk mulai lebih menghargai diri sendiri dan orang lain dengan menjadi orang yang lebih tepat waktu! Nantikan informasi lebih lanjut mengenai program #AntiNgaret persembahan GrabBike, atau kunjungi Instagram Grab, @GrabID.



(dib/fef)