Kesalahan-kesalahan Umum Sulit Punya Anak

Tim, CNN Indonesia | Senin, 05/08/2019 23:11 WIB
Kesalahan-kesalahan Umum Sulit Punya Anak Ilustrasi. (Foto: Istockphoto/Denisfilm)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian pasangan, memiliki anak adalah perkara mudah. Sedang bagi sebagian lainnya, memiliki anak terasa seperti perjuangan panjang. Hal ini umumnya disebabkan oleh beberapa kesalahan yang membuat orang tua susah membikin anak.

Pasangan mana yang tak ingin memiliki anak? Kehadiran anak membuat keluarga menjadi lengkap.

Untuk cepat mendapatkan momongan, pasangan wajib menghindari beberapa kesalahan selama program. Beberapa di antaranya merupakan keyakinan yang salah tentang cara-cara cepat mendapatkan momongan. Padahal, cara-cara itu tak sepenuhnya benar.

Berikut beberapa kesalahan yang membuat pasangan susah membikin anak, mengutip situs Parents.

1. Hanya berhubungan intim saat masa ovulasi
Masa ovulasi adalah masa pelepasan sel telur dari indung telur. Sebagian pasangan menganggap, berhubungan seks di masa ovulasi akan memperbesar kemungkinan pembuahan. Akibatnya, bercinta hanya dilakukan di masa ovulasi. Padahal, ini tak sepenuhnya benar.

Para ahli mengungkapkan, sperma bisa hidup selama 3-5 hari. Berhubungan intim beberapa hari sebelum ovulasi pun bisa mendatangkan kemungkinan pembuahan. Pakar ginekologi, Machelle Seibel mengatakan, alih-alih mempercepat kehadiran momongan, terlalu bergantung pada aturan masa ovulasi justru bakal mempersulit pasangan mendapatkan si buah hati.

Ovulasi terjadi selama 14 hari setelah hari pertama menstruasi. Namun, siklus menstruasi yang bisa berubah memungkinkan masa ovulasi tak terjadi pada hari yang sama di setiap bulannya.

2. Frekuensi terlalu banyak
Sebagian pasangan beranggapan, getol berhubungan intim dapat memperbesar kesempatan hamil. Padahal, meyakini anggapan ini masuk ke dalam kategori kesalahan-kesalahan yang membuat pasangan sulit membikin anak.

Yang berlebihan tak selalu memberikan hasil positif. "Hubungan seks berkali-kali dalam sehari atau sekali setiap hari mengakibatkan burnout. Pasangan akan mulai melihat seks sebagai kewajiban," ujar ahli reproduksi, Samuel Wood.

3. Posisi itu-itu saja
Pasangan umumnya senang melakukan hubungan seks dengan posisi yang itu-itu saja. Pasalnya, beberapa posisi diyakini ampuh memperbesar kesempatan kehamilan. Namun, para ahli menganggap posisi bukan hal yang penting dalam hal tersebut.

"Proses bertemunya sperma dengan sel telur terjadi dalam hitungan detik dan terlepas dari posisi selama hubungan intim," ujar ahli reproduksi lainnya, Serena Chen.

4. Menganggap sumber masalah ada pada perempuan
Proses pembuahan, kehamilan, dan melahirkan terjadi pada tubuh wanita. Tak pelak, hal ini membuat banyak orang beranggapan bahwa wanita menjadi inti kesalahan yang susah membuat pasangan membikin anak.

Seibel mengatakan, pria cenderung tak percaya bahwa ada sesuatu yang salah dengan organ reproduksi mereka. "Karena ada cairan keluar. Mau ada sperma atau tidak, mereka berasumsi bahwa mereka subur," imbuhnya.

Akibatnya, pasangan berpikir ada yang salah dalam tubuh wanita. Padahal, anggapan itu tak sepenuhnya benar. Chen mengatakan, sekitar separuh kasus infertilitas berhubungan dengan wanita, sementara 40 persen di antaranya berhubungan dengan pria, dan sisanya berhubungan dengan keduanya. Hal paling tepat yang bisa dilakukan adalah mengecek kondisi keduanya.

5. Menggunakan pelumas
Pelumas kerap digunakan untuk melicinkan urusan ranjang. Jika ingin fokus pada program mendapatkan momongan, singkirkan pelumas Anda. Pasalnya, pelumas yang beredar di pasaran dapat memengaruhi kemampuan sperma untuk bergerak,

6. Mengabaikan kesehatan
Saat keinginan untuk mendapatkan momongan sangat kuat, otak secara tidak langsung akan 'terkunci' dan hanya memikirkan hal satu ini. Akibatnya, hal-hal lain yang tak kalah penting bisa terabaikan, termasuk kesehatan.

Mengabaikan kesehatan menjadi kesalahan yang membuat pasangan kesusahan membikin anak. Memikirkan kesehatan fisik saat ingin memiliki momongan tetap lah penting. Pasalnya, kesehatan dapat memengaruhi tingkat kesuburan seseorang.

[Gambas:Video CNN]


(els/asr)