Ragam Wadah Unik Pengganti Bungkus Plastik Daging Kurban

Eka Santhika, CNN Indonesia | Minggu, 11/08/2019 19:40 WIB
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Syaiful Arif)
Jakarta, CNN Indonesia -- LIPI tidak menyarankan penggunaan kantong plastik hitam untuk mewadahi daging kurban Idul Adha. Hal ini diungkap LIPI menanggapi imbauan Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian.

Pemkot Palangka Raya memberikan imbauan karena kantong plastik hitam adalah hasil dari plastik daur ulang dan mengandung timbal berbahaya.

Lebih lanjut, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menganjurkan penggunaan besek sebagai wadah pembungkus daging kurban Idul Adha. Ini pun diterapkan di beberapa tempat di Jakarta termasuk di Masjid Istiqlal. Besek atau wadah dari anyaman bambu dinilai lebih ramah lingkungan.


Menyoal wadah daging kurban Idul Adha, tak hanya Jakarta yang punya cerita, daerah-daerah lain di Indonesia pun tak mau kalah. Berikut sejumlah wadah unik yang digunakan untuk membungkus daging kurban Idul Adha.


1. Besek
Warga Jakarta gunakan besek untuk membungkus daging kurban. Warga mengaku plastik yang digunakan membungkus ramah lingkungan karena terbuat dari bambu. (CNN Indonesia/Elise Dwi Ratnasari)

Demi mengurangi penggunaan kantong plastik, beberapa titik masjid dan yayasan di Bali menggunakan besek sebagai wadah daging kurban. Daging tidak langsung dimasukkan ke dalam besek tetapi diberi alas daun pisang terlebih dahulu baru kemudian diikat dengan janur.

"Menggunakan besek ini, sudah diserukan di seluruh Provinsi Bali, hingga ke seluruh Kabupaten untuk tidak menggunakan kantong plastik, ini salah satu juga gerakan kami untuk mendukung program pemerintah Provinsi Bali," kata Wakil Ketua DWP LDII, H. Hardilan di Denpasar seperti dikutip dari Antara (11/8).

Selain di Bali, Polres Blitar pun memanfaatkan besek guna mendukung program go green pemerintah dan dikerucutkan menjadi zero waste. Zero waste berarti meniadakan atau mengurangi sampah plastik yang sulit diurai alam.


2. Daun pisang
Warga di Bandung menggunakan bongsang yang dilapisi daun pisang untuk membungkus daging kurban (CNN Indonesia/Huyogo)

Warga Desa Kalimanis, Kecamatan Doko, Kabupaten Blitar, Jawa Timur memanfaatkan sumber daya alamnya yang banyak dan beragam. Mereka menggunakan daun pisang untuk membungkus daging kurban Idul Adha.

Kepala desa Kalimanis, Mujiono menuturkan inisiatif penggunaan daun pisang pun mendatangkan manfaat sebab daging menjadi lebih harum. Selain itu, mereka yang mendapat jatah daging kurban pun senang karena daging dalam kondisi segar.

"Suatu terobosan yang dapat kami aplikasikan di desa, sehingga mampu menjadi pelopor bagi masyarakat untuk kembali ke alam, seperti zaman mbah-mbah dulu, meminimalkan sampah plastik di Desa Kalimanis," kata dia.

Komitmen untuk mengurangi sampah plastik pun diamalkan oleh Wali kota Surabaya Tri Rismaharini. Dia membagikan daun pisang berjenis calathea yang dipetik dari depan rumah dinasnya di Jalan Sedap Malam dan Taman Surya.

"Tadi saya ngumpulin daun-daun di kediaman untuk saya bagi ke warga yang memotong hewan-hewan kurban, supaya menggunakan daun untuk keperluan tersebut," ungkapnya.
[Gambas:Video CNN] (Antara/eks)
1 dari 2