Cara Meredakan Kolik pada Bayi dengan Cepat

CNN Indonesia | Senin, 09/12/2019 20:45 WIB
Cara Meredakan Kolik pada Bayi dengan Cepat Ilustrasi bayi menangis. Penyakit kolik pada bayi ditandai oleh tangis yang terus menerus. (Istockphoto/damircudic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Salah satu tantangan terbesar orang tua baru adalah mengetahui cara meredakan kolik pada bayi. Kondisi kolik sendiri adalah ketika bayi terus menangis selama lebih dari tiga jam dalam sehari, tanpa ada alasan yang jelas.

Penting dipahami, alasan bayi menangis dapat bermacam-macam, mengingat tangis adalah cara berkomunikasi.
Tangisan bayi biasanya disebabkan karena ia merasa tak nyaman.

Bisa jadi si bayi lapar, kehausan, mengantuk, mengompol dan popoknya basah, ada iritasi dan gatal pada kulit, atau ia sedang kegerahan namun tak tahu harus berbuat apa untuk memberitahu orang di dekatnya. Ketika tangis ini menjadi terjadi terus-menerus lah maka orangtua harus mewaspadai kolik.


Kondisi kolik sebenarnya bukan termasuk penyakit dan tidak membahayakan bayi.


Mengutip dari berbagai situs, kolik pada bayi biasanya terjadi pada bayi yang berusia 2 minggu sampai 2 bulan dan hilang sendiri ketika menginjak usia 3 atau 4 bulan. Gejalanya yaitu bayi menangis dalam jangka waktu beberapa menit, kemudian menangis lagi dan sulit untuk dibujuk.

Adapun ciri bayi yang mengalami kolik yaitu kedua kaki dan tangannya biasanya akan terangkat ke atas perut dengan tangan mengepal disertai wajah kemerahan. Tangisannya sering terjadi di saat malam hari menjelang waktu tidur.

Ada beberapa teori yang menyimpulkan kemungkinan kolik disebabkan karena kembung, sakit perut, suasana hati tak baik, murung, sensitivitas berlebihan pada cahaya atau bising, sistem saraf maupun sistem pencernaan yang masih berkembang, terpapar bau atau asap rokok. 

Ada penelitian lain yang menyebut bahwa umumnya penyebab bayi kolik yakni alergi protein susu sapi. Sehingga ada baiknya memeriksa riwayat alergi pada keluarga dekat, seperti ayah, ibu, paman, bibi, atau nenek dan kakeknya.

Gejala lain yang memperkuat dugaan terkena kolik yaitu adanya ruam pada kulit bayi, terutama pada kulit pipi. Kulit pipi bayi yang mengalami kolik akan tampak seperti bersisik. Sehingga apabila terdapat dugaan alergi, bayi jangan diberikan susu sapi maupun olahannya seperti yoghurt, mentega, keju, serta penganan lain yang mengandung susu.


Selain karena alergi, kolik juga dapat disebabkan karena intoleransi laktosa. Laktosa adalah unsur karbohidrat yang biasanya terkandung di dalam air susu ibu (ASI) dan susu formula. Dalam usus bayi, laktosa ini akan dicerna oleh enzim laktase menjadi glukosa dan galaktosa.

Hasil pencernaan enzim laktase ini kemudian akan diserap usus ke dalam sirkulasi darah untuk keperluan metabolisme tubuh.

Biasanya bayi yang mempunyai intoleransi laktosa disebabkan karena kadar enzim laktase pada ususnya yang belum bekerja secara optimal atau bisa juga karena suplai laktosa (susu) pada bayi diberikan terlalu berlebihan.

Meskipun kolik biasanya akan sembuh sendiri, membiarkan si kecil terus menangis bukanlah solusi yang tepat. Terdapat trik khusus untuk menenangkan bayi yang terkena kolik supaya tangisannya segera reda. Berikut cara mengatasi kolik pada bayi dengan mudah.


1. Diet bagi ibu menyusui
Cara Mengatasi Kolik pada Bayi agar Tangisnya Cepat RedaMakanan yang ibu makan tentu memengaruhi ASI, maka hindari makanan alergen seperti susu, tepung, telur, maupun sayuran yang menyebabkan gas (Foto: beernc20/Pixabay)

ASI juga berperan menyebabkan kolik pada bayi. Ibu menyusui hendaknya mengurangi atau tidak sama sekali makan makanan yang dapat memicu gejala kolik. Susu adalah penyebab utamanya.

Kemudian alergen lainnya antara lain gandum atau gluten, telur, kerang, jeruk, kafein, sambal atau makanan pedas, sayuran penyebab gas (kubis, kembang kol), susu, kedelai, kacang tanah.

Pertahankan diet tersebut setidaknya 2-4 minggu untuk memastikan semua zat yang tersisa keluar dari tubuh dan tak berdampak pada ASI. 

2. Coba susu formula lain
Bayi yang mengonsumsi susu formula ada baiknya diberikan dalam porsi yang sedikit, tapi sering. Hal ini perlu dilakukan agar sistem pencernaan si bayi mampu menyesuaikan.

Hal penting lainnya yaitu selalu buat bayi agar sendawa usai menyusu, baik yang mengonsumsi ASI maupun susu formula.

Namun, ada beberapa kasus bayi yang minum susu formula mungkin saja menunjukkan reaksi tertentu, salah satunya kolik. Carilah alternatif lain untuk mendapatkan formula bayi yang terbaik dan pertimbangkan untuk membuat resep formula buatan sendiri ini--selain lebih kaya nutrisi serta lebih mudah dicerna daripada formula bubuk.

3. Pastikan bayi cukup istirahat
Cara Mengatasi Kolik pada Bayi agar Tangisnya Cepat RedaBayi yang mengalami kolik bisa saja dipicu oleh kurangnya durasi tidur. Sebagai orang tua, pastikan jam bangun dan tidur agar bayi tidak terlalu lelah (Foto: hepatocyte/Pixabay)

Perhatikan bayi tidak terlalu lelah dan cukup tidur. Secara umum, bayi yang baru lahir harus kembali tidur dalam 1-2 jam setelah bangun. Jika dia menangis terus, segera tidurkan. Lain kali, coba tidurkan bayi 15 menit lebih cepat.

4. Membedongnya

[Gambas:Youtube]


Melansir WebMD, bedong mungkin akan tampak seperti menyiksa bayi. Tetapi bagi bayi yang menangis dan sedang rewel bakal merasa seperti kembali ke dalam rahim. Sesuaikan kerapatan bedong bayi, jangan terlalu longgar atau terlalu ketat, namun cukup pas sehingga lengan dan kakinya tidak bisa menggeliat dengan bebas.

5. Geser atau ubah posisi
Orang tua cenderung menggendong bayi yang kolik menghadap ke atas, tetapi itu sebenarnya tidak membantu meredakannya. Sebaliknya, pegang tubuhnya dengan wajah menghadap ke bawah.

Tahan badannya dengan menaruh tangan Anda di bawah perutnya dan kepalanya di lengan Anda. Tekanan pada perut bayi dapat membantu meringankan gas yang membuat buah hati Anda tak nyaman.

6. Buat suara desir yang lirih dan konstan
Cara Mengatasi Kolik pada Bayi agar Tangisnya Cepat RedaSuara desingan yang konstan seperti vacuum cleaner, kipas angin, atau radio bisa membantu bayi merasa tenang dan berhenti menangis (Foto: Istockphoto/outh_agency)

Suara desingan yang lirih namun konstan membantu bayi Anda merasa seperti kembali ke dalam rahim. Untuk menciptakan kembali suara-suara yang menenangkan bisa dengan menyalakan kipas angin, penyedot debu, shower, atau setel musik dengan volume pelan.

Atau Anda bisa menciptakan suara desing secara manual dengan mendesis 'sshhh'. Bisikkan perlahan tepat di telinga bayi yang kolik. Lakukan hingga koliknya mereda.

7. Beri pacifier

[Gambas:Instagram]


Bayi memiliki naluri mengisap yang kuat, sehingga dot maupun kempeng dapat menenangkan bayi yang kolik. Beberapa bayi kolik biasanya ingin makan terus-menerus meski tidak lapar. Memberikannya pacifier atau kempeng akan lebih membuatnya tenang.

Jadi, jika bayi kelihatan ingin makan terus dan cukup makan seperti tidak memuaskannya, kempeng bisa sangat membantu. Bahkan ada penelitian bahwa bayi yang diberi kempeng dapat mencegah sindrom kematian bayi mendadak.

8. Ayunkan

[Gambas:Youtube]


Bayi di dalam rahim terbiasa dengan banyak gerakan. Cobalah gendong kemudian ayunkan tubuhnya perlahan. Gerakan konstan membuat bayi akan tenang dan langsung tidur. Bisa dicoba dengan kursi ayunan, kursi goyang, bouncer, atau ketika di dalam mobil.

9. Berikan pijatan
Cara Mengatasi Kolik pada Bayi agar Tangisnya Cepat RedaPijatan yang lembut dapat menenangkan bayi dan membuatnya nyaman. Anda bisa memijat kepala, punggung, kaki, tangan, dada, atau perut bayi hingga si kecil tak menangis lagi (Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)

Sentuhan Anda sebenarnya bisa menenangkan bayi yang kolik. Banyak bayi menyukai kontak kulit secara langsung. Penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang dipijat cenderung mereda tangisnya dan tidur lebih nyenyak.

Buka bajunya lalu pijat dengan lembut seperti gerakan menyapu pada kaki, lengan, punggung, dada, dan wajahnya. Pijatan seperti itu juga bisa menenangkan Anda. Anda bisa menggunakan lotion bayi atau minyak telon.

Jika bayi kolik karena kembung, usap-usap saja perutnya dengan gerakan memutar searah jarum jam karena itulah rute yang mengikuti saluran usus. Bisa juga dengan baringkan tubuhnya dan gerakkan kaki kecilnya seperti mengayuh sepeda untuk mengurangi tekanan gas pada perut.

10. Gendong
Cara Mengatasi Kolik pada Bayi agar Tangisnya Cepat RedaMenggendong dan mendekap dapat cukup membantu menenangkan bayi yang kolik. Bayi mendapatkan rasa nyaman akibat sentuhan fisik serta detak jantung orang tuanya. (Foto: PublicDomainPictures/Pixabay)


Bayi, terutama yang baru lahir menghabiskan sebagian besar harinya dalam gendongan di punggung atau dada ibu-bapaknya. Menggendong dan mendekap dapat cukup membantu menenangkan bayi yang kolik.

Dengan begitu, tubuhnya akan sedikit meringkuk dan mengantuk, kemudian terbuai untuk tertidur. Namun diingat jangan meredakan kolik bayi dengan melakukan pekerjaan lain seperti sambil memasak, makan, atau minum ketika menenangkan bayi.

11. Bantu dia bersendawa
Bayi yang kolik bisa disebabkan menelan banyak udara sehingga membuatnya kembung dan menangis tak keruan. Bantu bayi bersendawa dengan menepuk lembut punggungnya dengan memosisikan kepala bayi di atas bahu Anda. Atau baringkan bayi menghadap ke bawah di pangkuan Anda. Sangga dada dan lehernya dengan salah satu lengan Anda.

12. Keluar rumah

[Gambas:Youtube]


Kadang-kadang perubahan lokasi dari dalam ke luar rumah akan secara ajaib mengubah suasana hati bayi. Matahari, embusan angin, kicau burung membantu mengubah suasana hati dan menghibur bayi. Gendong dengan mengayun-ayunkannya perlahan juga bisa membantu meredakan kolik.

Bawalah bayi Anda berjalan-jalan dengan stroller (kereta dorong) atau dengan gendongan agar membuatnya teralihkan perhatian dan menjadi sedikit lebih tenang.

13. Mandikan dengan air hangat
Cara Mengatasi Kolik pada Bayi agar Tangisnya Cepat RedaFoto: Istockphoto / Surachetsh

Berendam air hangat dapat membantu menenangkan bayi yang kolik. Tidak perlu menambahkan sabun mandi atau busa. Cukup air hangat dengan suasana yang tengah. Anda juga dapat mengelapnya dengan waslap hangat kemudian lap dan usap perut bayi.


Kolik tidak hanya membuat bayi tak nyaman, tapi juga bisa membuat orang tua lelah dan tertekan. Ketika Anda mulai stres karena bayi terus menangis dan tak kunjung tenang, coba berikan sebentar pada pasangan, anggota keluarga lainnya, atau pengasuh agar memulihkan energi dan pikiran Anda sejenak.

Sebagai orang tua, Anda juga harus beristirahat sebentar untuk menghilangkan stres. Ketika tidak ada orang di sekitar yang bisa membantu, tidak masalah untuk menaruh bayi di boks atau playpen sebentar.

Tidak peduli seberapa frustrasi Anda, jangan pernah memukul atau menggoyang bayi dengan keras, termasuk memberi obat, jamu, atau obat sembarangan lain pada bayi tanpa mengonsultasikannya pada dokter. Ikuti cara-cara meredakan bayi kolik di atas untuk mengatasi masalah tersebut.

[Gambas:Video CNN] (DAL)