Alasan Tangisan Bayi Baru Lahir Tak Disertai Kucuran Air Mata

CNN Indonesia | Jumat, 22/11/2019 11:09 WIB
Alasan Tangisan Bayi Baru Lahir Tak Disertai Kucuran Air Mata Ilustrasi. Meski merengek kencang, tangisan bayi saat baru lahir umumnya tak disertai dengan kucuran air mata. (Istockphoto/damircudic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bayi yang baru lahir akan menangis. Namun, tangisan bayi saat lahir umumnya tak disertai dengan air mata yang keluar.

Anda tak perlu khawatir. Tangisan tanpa air mata pada bayi yang baru lahir adalah hal yang sangat wajar. Pasalnya, bayi belum memiliki kelenjar air mata yang berkembang dengan sempurna.

Mengutip Boldsky, saluran air mata pada bayi akan mulai berkembang pada dua pekan pertama kelahiran hingga usia dua bulan.

Saat lahir, saluran dan kelenjar air mata pada bayi hanya cukup untuk melumasi dan melindungi mata dari iritasi. Bayi tak memiliki cukup air mata untuk menangis.

"Kita memiliki beberapa jenis air mata," ujar ahli kesehatan mata anak, Phillipa Sharwood. Air mata dasar berfungsi untuk menjaga kelembapan mata, sebagaimana yang dimiliki bayi.

Berikutnya adalah air mata refleks yang terbentuk saat ada sesuatu yang masuk ke dalam mata atau dipicu oleh bersin dan batuk. Air mata jenis ini akan berkembang dalam beberapa pekan pertama kelahiran. Sementara yang terakhir adalah air mata emosional.

Yang perlu menjadi perhatian orang tua adalah ketika bayi tak juga mampu mengeluarkan air mata pada usia lebih dari dua bulan. Kelebihan memproduksi air mata juga patut menjadi perhatian.

Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi saluran air mata yang tersumbat atau terinfeksi. Gejala saluran air mata yang tersumbat seperti kemerahan dan pembengkakan akan terlihat setelah dua pekan terinfeksi.

Begitu infeksi atau penyumbatan sudah memasuki pekan kedua, akan muncul gejala lainnya berupa mata berair meski bayi tak menangis. Jika hal ini terjadi, sebaiknya segera temui dokter mata untuk konsultasi lebih lanjut.

[Gambas:Video CNN]


(aul/asr)