Bayi Laki-laki di Turki Terlahir Tanpa Penis

Tim, CNN Indonesia | Minggu, 27/10/2019 19:15 WIB
Bayi Laki-laki di Turki Terlahir Tanpa Penis Ilustrasi. Seorang bayi laki-laki di Turki terlahir tanpa penis. (christianabella/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Seorang bayi laki-laki di Turki terlahir tanpa penis. Kondisi yang sangat langka ini dialami oleh 1 dari sekitar 10-30 juta kelahiran di dunia.

Kasus yang dilaporkan dalam Urology Case Journal ini secara medis dikenal dengan istilah agenesis penis. Nama terakhir merupakan kondisi saat penis gagal berkembang.

"Agenesis penis adalah kelainan genital kongenital yang langka dan biasanya dikaitkan dengan beberapa kondisi seperti munculnya lesi gastrointestinal," tulis para penulis, mengutip Daily Mail.

Meski tak memiliki penis, skrotum atau buah zakar bayi telah terbentuk sempurna.

Dalam kasus ini, dokter merekomendasikan dilakukannya rekonstruksi penis sebagai alternatif paling tepat untuk pasien.

Selain lahir dengan kondisi agenesis penis, bayi juga ditemukan memiliki masalah lain. Tim peneliti menemukan bahwa bayi mengalami fistula vesikorektal. Nama terakhir merupakan hubungan abnormal yang berkembang antara kandung kemih dan dubur.

Bayi juga diketahui mengalami refluks vesicoureteral. Kondisi ini terjadi saat urine yang abnormal dari kandung kemih kembali ke tabung (ureter) yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih. 

Para dokter percaya bahwa bayi tersebut merupakan pasien pertama di dunia yang mengalami kombinasi dari ketiga kondisi medis tersebut.

Pasien telah menjalani operasi untuk memperbaiki fistula. Satu bulan setelah operasi, kondisi kesehatannya relatif membaik.

"Ini adalah laporan pertama seorang bayi dengan kombinasi agenesis penis, refluks vesicoureteral, dan fistula vesikorektal," tulis peneliti.

Masa kehamilan diduga menjadi penyebab kecacatan yang dialami bayi. Ahli urologi, Richard Viney menggambarkan kasus tersebut sebagai sesuatu yang menarik dan kompleks.

"Kita bisa berpikir bahwa tak adanya penis menjadi bentuk dari kegagalan perkembangan penis. Kita juga bisa menyebut itu sebagai salah satu contoh kasus interseks, tapi itu tidak mungkin terjadi," ujar Viney.

Viney mengatakan, pada kasus ini, kegagalan terjadi pada perkembangan saluran kemih dan usus bagian bawah. Pada janin, mereka berbagi rongga yang disebut kloaka.

"Saat janin berkembang, kloaka terbagi menjadi kandung kemih dan rektum. Fistula adalah ketika kloaka gagal membelah menjadi kandung kemih dan rektum sepenuhnya," jelas Viney.

Senada dengan para peneliti, Viney merekomendasikan agar bayi tersebut menjalani prosedur pembedahan untuk memperbaiki kelainan dan menciptakan penis.

[Gambas:Video CNN]


(asr/asr)