Bos Louis Vuitton Berniat Sumbang Rp156 M untuk Hutan Amazon

tim, CNN Indonesia | Kamis, 29/08/2019 11:52 WIB
Bos Louis Vuitton Berniat Sumbang Rp156 M untuk Hutan Amazon orang terkaya di dunia fesyen, CEO LVMH (Louis Vuitton Moet Hennesy) Bernard Arnault akan menyumbang US$11 juta atau sebesar Rp156,7 miliar untuk membantu mengatasi kebakaran hutan Amazon(JOEL SAGET / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kebakaran hutan Amazon masih terjadi setelah membakar ribuan hektar lahan. Data satelit menunjukkan setiap menitnya, lahan seluas lapangan sepak bola hangus terbakar.

Melihat kondisi ini, orang terkaya di dunia fesyen, CEO LVMH (Louis Vuitton Moet Hennesy) Bernard Arnault akan menyumbang US$11 juta atau sebesar Rp156,7 miliar untuk membantu mengatasi kebakaran hutan Amazon yang menyebar melintasi perbatasan Brasil, Peru, dan sebagian negara Amerika Selatan.

Tanggal 26 Agustus, Arnault beserta para direktur perusahaan terkenal lainnya tergabung dengan The Group of Seven (G7) yang merupakan organisasi ekonomi antar pemerintah internasional yang terdiri dari tujuh negara, salah satunya Prancis.


Hal itu merupakan upaya kolektif untuk melindungi hutan hujan Amazon yang menjadi "Paru-paru dunia" karena menjadi produsen oksigen terbesar. Hutan menjadi rumah bagi jutaan spesies hewan dan tumbuhan bahkan penduduk asli sekitar. 


"Melindungi lingkungan bukan hanya dari kata-kata dan sekadar pidato atau menandatangani deklarasi. Tapi membutuhkan tindakan yang konkret dan bekerja sama untuk menyelamatkan planet kita," kata Arnault dikutip dari Forbes.

Arnault bersama Para pemimpin negara G7 sepakat untuk menggelontorkan bantuan senilai US$22 juta (Rp313,7 miliar) untuk mengatasi kebakaran Hutan Amazon. Dana akan diberikan kepada sejumlah negara yang berada di wilayah hutan hujan tropis terbesar di dunia itu. 

kebakaran AmazonFoto: Carl DE SOUZA / AFP
kebakaran Amazon


"Kami akan segera memberikan bantuan kepada beberapa negara [yang berada di area hutan] Amazon untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kami memberikan dukungan keuangan setidaknya hingga US$22 juta," ujar Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G7 di Biarritz, Prancis, Senin (26/8), melansir AFP. 

Namun, Presiden Brasil Bolsonaro menolak bantuan yang diberikan sebagai upaya pemadaman kebakaran hutan Amazon.

Penolakan ini disebabkan karena Bolsonaro menuduh Prancis memperlakukan Brasil seperti "koloni."


"Terima kasih, tapi mungkin sumber daya itu lebih relevan dengan reboisasi (penghijauan) Eropa," ungkap Onyx Lorenzoni sebagai Kepala Staf Bolsonaro kepada portal berita G1, Selasa (27/8).

Sebelum berniat menyumbang untuk Amazon, Arnault juga pernah menyumbang untuk perbaikan Katedral Notre Dame yang terbakar beberapa waktu lalu.  (dei/chs)