Marc Jacobs Ditinggal Pergi di Tengah 'Kekacauan'

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Jumat, 20/04/2018 00:57 WIB
Hanya berselang tiga bulan sejak penunjukannya sebagai direktur kreatif untuk lini kontemporer Marc Jacobs, John Targon 'undur diri'. Hanya berselang tiga bulan sejak penunjukannya sebagai direktur kreatif untuk lini kontemporer Marc Jacobs, John Targon 'undur diri'. (Foto: Slaven Vlasic/Getty Images for Marc Jacobs/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kabar mengejutkan datang dari label Amerika Serikat, Marc Jacobs. John Targon, salah satu pendiri Baja East sekaligus mitra kerja label ini memutuskan untuk meninggalkan tim. Padahal Targon baru tiga bulan bergabung.

"John Targon adalah desainer berbakat dan kami menghargai pekerjaan yang sudah ia lakukan di sini. Pada akhirnya kerja sama ini tak bisa berlanjut untuk label, dan kami berharap yang terbaik untuknya," kata perwakilan label dikutip dari Business of Fashion (19/4).

John Targon pada Februari lalu baru saja dikenalkan sebagai desainer untuk lini kontemporer, atau produk dengan harga terjangkau Marc Jacobs. LVMH, perusahaan yang menaungi label Marc Jacobs, memang mempekerjakan John tapi menolak untuk memberikan keterangan soal jabatan atau perannya di situ. Ia sempat mendapat pujian sebagai direktur kreatif sementara label.



BoF melaporkan, bergabungnya John Targon sejak 2 Februari silam mengindikasikan label bakal fokus pada produk-produk berharga lebih murah atau 'terjangkau' buat publik dari label Marc Jacobs.

[Gambas:Instagram]

Merunut rekam jejaknya, Targon bersama Scott Studentberg pernah sukses saat mendirikan Baja East pada 2013. Karier desainnya terbilang unik. Ia sempat mengungguli label Celine dan Burberry soal penjualan. Kemudian ia meluncurkan koleksi unisex yang fokus pada material rajut.

Sementara itu, LMVH diketahui telah 'jungkir balik' meramu strategi untuk mengembangkan label. Berbagai strategi dilancarkan LMVH termasuk mengawinkan label Marc Jacobs dengan 'saudaranya' lini kontemporer 'Marc by Marc Jacobs' pada 2015. Namun strategi ini malah membuat bingung para retailer dan konsumen. Akibatnya, selama tiga sampai empat tahun terakhir pendapatan label merosot tajam dari US$650 (Rp8,9 T) menjadi US$300 (Rp4,1 T) dari retail saja.


Sebelumnya, label ini telah menutup beberapa toko mereka baik di Amerika Serikat maupun di Eropa. Toko-toko ini antara lain berada di Bleecker Street di New York, Melrose Place di West Hollywood, dan Marc by Marc Jacobs di Audley Street, London Selatan. Kabarnya mereka juga bakal menutup toko mereka di Mayfair's Mount Street, London. (rah)