Bagi ibu satu anak ini, bipolar membuat dirinya terasa berbeda dari orang lain.
Marshanda hanya satu dari sekian banyak orang yang mengidap gangguan bipolar. Perasaan yang berubah-ubah menjadi salah satu ciri gangguan bipolar. Sepintas, perubahan suasana hati ini mirip hampir tak berbeda dengan moody.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Penderita Skizofrenia Bukan Orang Gila |
Mengutip Huffington Post, ahli kejiwaan di Ohio State College of Medicine, Sophie Lazarus mengatakan bahwa bipolar ditandai dengan dua periode: manik dan depresi.
Seseorang yang tengah berada dalam kondisi manik, kata Lazarus, dapat ditandai dengan beberapa gejala. Kepercayaan diri akan meningkat drastis, banyak bicara, aktivitas yang meningkat, kurang tidur, dan lain-lain.
Sementara pada fase depresi, seseorang dengan gangguan bipolar akan merasa sangat tertekan dan 'down'.
"Energi mereka [pengidap bipolar] juga rendah, mudah menangis, kurang tertarik pada kehidupan, atau bahkan berpikir tentang kematian," ujar psikiater lainnya dari Duke University Medical Center, John Beyer.
Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Kunjungi psikiater atau psikolog jika Anda mengalami gejala-gejalanya.
[Gambas:Video CNN] (dir/asr)