Tak Sama, Kenali Beda Moody dan Bipolar

CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 21:01 WIB
Tak Sama, Kenali Beda Moody dan Bipolar Ilustrasi. Meski hampir serupa, namun kondisi moody dan gangguan bipolar adalah dua hal yang berbeda. (Milada Vigerova)
Jakarta, CNN Indonesia -- Marshanda tak lagi malu mengakui gangguan bipolar yang diidapnya. Alih-alih membencinya, artis satu ini malah menganggap bipolar sebagai anugerah.

Bagi ibu satu anak ini, bipolar membuat dirinya terasa berbeda dari orang lain.

Marshanda hanya satu dari sekian banyak orang yang mengidap gangguan bipolar. Perasaan yang berubah-ubah menjadi salah satu ciri gangguan bipolar. Sepintas, perubahan suasana hati ini mirip hampir tak berbeda dengan moody.

Namun, jika Anda pernah mengalami perubahan suasana hati dari senang tiba-tiba menjadi sedih, jangan dulu menyebutnya sebagai gangguan bipolar. Perasaan yang berubah-ubah atau moody dan bipolar adalah dua kondisi yang berbeda.

Mengutip Huffington Post, ahli kejiwaan di Ohio State College of Medicine, Sophie Lazarus mengatakan bahwa bipolar ditandai dengan dua periode: manik dan depresi.

"Kondisi manik ditandai dengan suasana hati yang terus meningkat secara abnormal, untuk kemudian berpindah ke perasaan mudah tersinggung hingga sedih berlebih [depresi] selama berminggu-minggu," kata Lazarus.


Seseorang yang tengah berada dalam kondisi manik, kata Lazarus, dapat ditandai dengan beberapa gejala. Kepercayaan diri akan meningkat drastis, banyak bicara, aktivitas yang meningkat, kurang tidur, dan lain-lain.

Sementara pada fase depresi, seseorang dengan gangguan bipolar akan merasa sangat tertekan dan 'down'.

"Energi mereka [pengidap bipolar] juga rendah, mudah menangis, kurang tertarik pada kehidupan, atau bahkan berpikir tentang kematian," ujar psikiater lainnya dari Duke University Medical Center, John Beyer.

Dua kondisi di atas jelas berbeda dengan perasaan 'moody'. Mengutip ABCNews, perasaan yang berubah-ubah atau moody tak akan mengganggu hidup seseorang. Perasaan tertekan dan euforia berlebih tak akan mengganggu hidup seseorang dengan gejala moody. Seseorang yang mengalami perubahan suasana hati dengan cepat umumnya masih bisa beraktivitas sebagaimana biasanya mulai dari bekerja, bermain, dan lain sebagainya.

Gangguan bipolar ditandai dengan perubahan suasana hati yang ekstrem. Kunjungi psikiater atau psikolog jika Anda mengalami gejala-gejalanya.

[Gambas:Video CNN] (dir/asr)