Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

FOTO: Memanusiakan ODGJ di Yayasan Jamrud Biru

Bisma Septalisma, CNN Indonesia | Kamis, 10/10/2019 22:27 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Yayasan Jamrud Biru menjadi cara alternatif di tengah kesulitan akses layanan kesehatan mental di Indonesia.

Sejak 2009, Yayasan Jamrud Biru fokus bergerak sebagai salah satu panti rehabilitasi orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Salah seorang pendirinya, Suhartono, mengatakan bahwa selama ini ODGJ masih dipandang sebelah mata di tengah masyarakat. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Hari Kesehatan Jiwa Sedunia diperingati pada 10 Oktober saban tahun. Peringatan kali ini mengambil tema pentingnya pencegahan bunuh diri. Depresi yang tak tertangani dapat berujung bunuh diri. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Terapi penyembuhan untuk ODGJ di Yayasan Jamrud Biru dilakukan dengan cara tradisional seperti pijat saraf, totok, pemberian ramuan jamu, vitamin, hingga siraman rohani. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Pasien yang datang berasal dari berbagai daerah. Hingga kini, tercatat sebanyak 148 pasien dengan beragam kondisi dibina di yayasan ini. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 mencatat, prevalensi rumah tangga dengan gangguan jiwa skizofrenia/psikosis di Indonesia mencapai 7 persen. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sementara prevalensi gangguan mental emosional (GMA) tercatat sebanyak 9,8 persen dari total penduduk berusia kurang dari 15 tahun. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 300 juta orang di seluruh dunia mengidap depresi, 23 juta menderita skizofrenia, dan 60 juta dengan gangguan bipolar. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sulitnya akses layanan kesehatan mental juga menjadi sorotan. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Tercatat, hingga kini hanya ada 48 rumah sakit jiwa di Indonesia. Delapan provinsi bahkan belum memiliki rumah sakit jiwa sama sekali. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Belum lagi jumlah tenaga medis di bidang kesehatan jiwa di Indonesia yang masih terbilang minim. Sebagian besar dokter dan perawat jiwa terpusat di Pulau Jawa, khususnya Jakarta. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa sesungguhnya berisi beragam aturan penanganan kesehatan jiwa di Indonesia. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Sayang, sejumlah pihak menilai, UU Nomor 18 Tahun 2014 tentang Kesehatan Jiwa masih belum berjalan maksimal. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Berdirinya yayasan non-profit seperti Yayasan Jamrud Biru menjadi salah satu alternatif yang sangat membantu bagi kesembuhan para ODGJ. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)