Bahagia Tak Perlu Dikejar, Tapi 'Dirawat'

dir, CNN Indonesia | Minggu, 15/09/2019 19:36 WIB
Bahagia Tak Perlu Dikejar, Tapi 'Dirawat' Ilustrasi. Berupaya terlalu keras demi mencapai kebahagiaan hanya akan merusak kondisi mental. (Istockphoto/jacoblund)
Jakarta, CNN Indonesia -- Siapa yang tak ingin merasa bahagia dalam hidup? Tentu semua orang menginginkannya. Tapi, terlalu berusaha keras untuk mendapat kebahagiaan juga tak baik untuk kesehatan mental.

Alih-alih bahagia, Anda akan menderita. Pasalnya, obsesi mendapatkan kebahagiaan membuat seseorang mengabaikan hal atau emosi negatif yang diakibatkan.

"Rasa bahagia memang memiliki banyak manfaat. Tapi, emosi negatif juga demikian. Rasa takut bisa menjauhkan kita dari bahaya. Rasa malu juga memperbaiki perilaku negatif kita," ujar Pendiri Happiness Experts Company, Paul Krismer, mengutip South China Morning Post.

Krismer juga mengatakan, perasaan terlalu ingin bahagia berdampak pada kerusakan mental yang signifikan. Menghindari emosi negatif dalam jangka waktu lama, lanjut dia, dapat memicu depresi. Sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion pada 2018 lalu menemukan, upaya mencapai kebahagiaan yang dilakukan secara berlebih bisa menjadi bumerang bagi diri sendiri. Upaya itu akan membawa rasa stres, frustasi, serta perasaan kecewa dalam jangka panjang.

Timothy Sharp dari The Happiness Institute mengatakan, emosi negatif seperti sedih, stres, dan marah adalah hal normal yang dialami banyak orang.

"Berpikir untuk tidak merasakan emosi negatif bukan cara terbaik untuk hidup. Faktanya, kita tak bisa bahagia sepanjang waktu," kata Sharp.

Lebih lanjut, Sharp mengatakan, ada beberapa faktor yang mengurangi kadar kebahagiaan seseorang. Sederet faktor itu di antaranya tidak realistis, materialistis, dan fokus pada individu. Sederet faktor ini 'merusak' kondisi mental seseorang.

'Merawat' kebahagiaan adalah penting. Memiliki pekerjaan yang bermakna dan menjalin hubungan sosial yang baik akan membantu Anda terhindar dari kondisi mental yang tak diharapkan.

Selain itu, untuk memiliki kondisi mental yang baik, mengubah gaya hidup menjadi lebih sehat patut dilakukan. Misalnya saja seperti rajin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan tidur cukup.

"Kesehatan mental juga terkait dengan kesehatan fisik. Jadi, gaya hidup sehat menjadi dasar sebuah kebahagiaan. Kita tidak bisa bahagia jika tak menjaga diri sendiri," kata Krismer.

[Gambas:Video CNN]


(asr)