Takut Dihakimi, Wanita Malas Berolahraga di Gym

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 09/10/2019 16:03 WIB
Takut Dihakimi, Wanita Malas Berolahraga di Gym Ilustrasi. Wanita ogah berolahraga di gym karena takut dihakimi. (picjumbo/Viktor hanacek)
Jakarta, CNN Indonesia -- Berolahraga di pusat kebugaran menjadi pilihan gaya hidup sehat bagi banyak orang. Namun, studi menemukan, berolahraga di gym justru membuat sebagian wanita merasa terintimidasi.

Studi terbaru menunjukkan, satu dari empat wanita mengalami 'gymtimidation'. Nama terakhir merupakan istilah yang menunjukkan seseorang merasa terintimidasi di pusat kebugaran. Perasaan ini membuat mereka enggan berolahraga karena takut dihakimi.

Penelitan dari Sure Women ini dilakukan dengan menganalis perilaku 2 ribu wanita di sejumlah pusat kebugaran di Inggris. Studi mengungkapkan alasan wanita enggan berolahraga.

Hampir separuh wanita merasa dihakimi secara negatif saat berolahraga. Hal ini terutama terjadi pada wanita berusia 18-24 tahun, di mana 70 persen di antaranya merasa diintimidasi.

Sebanyak 37 persen wanita juga merasa tidak percaya diri saat pergi ke pusat kebugaran. Sementara 28 persen lainnya khawatir tidak terlihat menarik saat berolahraga.

Selain itu, studi juga menemukan bahwa kebanyakan wanita kurang melakukan aktivitas fisik sehingga berisiko terhadap sejumlah penyakit. Rata-rata wanita hanya aktif bergerak selama empat jam dalam sehari.

Hanya satu dari lima wanita yang mengaku berpartisipasi dalam latihan fisik sekali seminggu. Sebagian wanita menyatakan lebih senang menghabiskan waktu dengan menonton TV, berselancar di dunia maya, dan bermalas-malasan di rumah.

Padahal, 67 persen wanita sebenarnya ingin berolahraga lebih sering. Akan tetapi, alasan malas, berkeringat, dan takut mencegah mereka untuk berolahraga. Perasaan terintimidasi di gym menjadi salah satu alasannya.

Berikut 10 alasan wanita enggan berolahraga, dikutip dari Metro.

1. Tidak punya cukup uang untuk gym (27 persen)
2. Merasa terintimidasi berada di gym (25 persen)
3. Khawatir terlihat tidak layak di depan orang lain (21 persen)
4. Khawatir tentang apa yang orang lain pikirkan (19 persen)
5. Tidak tahu cara menggunakan mesin atau berolahraga secara efisien (16 persen)
6. Khawatir menjadi panas dan berkeringat (15 persen)
7. Takut tidak cukup baik (14 persen)
8. Merasa bahwa harus menjadi lebih baik sebelum berolahraga di depan umum (14 persen)
9. Merasa terintimidasi oleh gym karena pelatih pria (14 persen)
10. Tidak menyukai penampilan saat mengenakan pakaian olahraga (12 persen)

[Gambas:Video CNN]


(ptj/asr)