'Pringgasela', Ruang Pamer Denny Wirawan Mengolah Tenun

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 27/09/2019 09:45 WIB
Kain tenun tak lagi terkesan kaku. Di tangan desainer Denny Wirawan, kain tenun menjelma ragam busana modern dalam koleksi bertajuk 'Pringgasela'. Peragaan koleksi busana rancangan Denny Wirawan bertajuk "Pringgasela" di Restoran Kembang Goela, Jakarta, Rabu (25/9). (CNN Indonesiaa/ /Elise Dwi Ratnasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lombok tak ada matinya. Tak cuma debur ombak laut dan bukit-bukit cantiknya, kain tenun khas Lombok juga ikut menggoda mata siapa saja yang bertandang. Desainer Denny Wirawan adalah salah satu yang sangat mengagumi keindahan kain tenun asal Lombok.

Tenun Sundawa yang berasal dari Desa Pringgasela, Lombok Timur, jadi yang paling memincut perhatian Denny. Gairah itu lah yang membuatnya menelurkan koleksi anyar dengan mengusung kain tenun Lombok berbalut busana modern.

"Banyak kain tenun lain yang banyak dikenal. Lombok Timur memang cukup jauh, jarang diekspose. Saya enggak menyangka ada tenun yang indah [di Lombok Timur]," kata Denny saat ditemui di sela peragaan busananya di Restoran Kembang Goela, Jakarta Selatan, Rabu (25/9).


"Pringgasela", demikian tajuk koleksi teranyar Denny. Kata 'pringgasela' berasal dari 'pringga' yang berarti pribadi dalam bahasa Sanskerta dan 'sela' yang berarti ruang. Denny berharap koleksinya dapat memberikan manfaat bagi setiap ruang-ruang pribadi.

Keindahan kain tenun Sundawa ini dituangkan ke dalam 48 look busana. Jangan kaget dengan warna-warna yang cenderung pucat. Pasalnya, kain menggunakan warna alam.

Perajin tenun Sundawa menggunakan daun nila untuk menghasilkan warna indigo, kayu sajaraman untuk warna cokelat muda atau krem, daun putri malu untuk hijau muda, dan kayu secang untuk merah.

(foto)
Motif tenun kebanyakan terinspirasi dari alam. Utamanya gambaran tentang sungai yang membentang di Pulau Seribu Masjid ini. Motif geometris berupa garis-garis juga mendominasi koleksi. Garis-garis itu saling 'bertabrak' dengan motif-motif tenun lainnya.

"Biar enggak monoton, garis enggak selalu dibuat vertikal atau horisontal. Tapi diolah dengan penempatan menyilang, diagonal. Nah, ini kemudian ditabrakkan dengan motif tenun lain.

Keanggunan tenun Sundawa ini diejawantahkan dengan busana bentuk siluet outer seperti blazer, mantel, jaket, tunik, dress, celana, dan rompi.

Selayaknya tenun, material busana terlihat tebal dan bertekstur kasar. Untuk mengimbanginya, Denny memilih bahan sutera, tule, dan organza yang dipadukan dengan kain tenun.

Tenun yang mulanya terkesan monoton dan kaku diselamatkan oleh inner berupa blus berbahan see-through atau tembus pandang, bawahan berupa rok plisket, hingga rok beraksen ruffle berbahan tule.

Kesan mewah terpancar lewat detail berupa manik-manik dan sulam. Denny cukup berani membuat outer dari bahan organza dengan bordir motif tenun.

"Ini pertama kali mengolah tenun dari Lombok. Mengolah tenun atau batik itu tantangan. Saya enggak pengin seadanya. Batik atau tenun harus kelihatan, enggak sekadar aksen dan tempelan," pungkas Denny.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK