Kenali Bahaya Merokok Sebelum Tidur

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 03/10/2019 17:39 WIB
Kenali Bahaya Merokok Sebelum Tidur Ilustrasi. Alih-alih menenangkan, merokok sebelum tidur justru mengundang bahaya. (Pixabay/Pexels)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi sebagian orang, tidur bukan perkara mudah. Efek rokok yang menenangkan terkadang menjadi solusi di tengah sulitnya tidur. Namun, merokok sebelum tidur menimbulkan sejumlah bahaya.

Tidur membutuhkan suasana tubuh dan pikiran yang rileks dan tenang. Saat, pikiran tak kunjung rileks, tidur menjadi perkara sulit.

Banyak orang menganggap bahwa sebatang rokok dapat menimbulkan rasa rileks dan santai yang berujung membantu tubuh tidur lebih cepat. Namun, anggapan itu sama sekali tidak benar.


Berikut beberapa bahaya merokok sebelum tidur yang perlu Anda ketahui.

1. Merusak jam sirkadian
Nikotin dalam rokok menjadi stimulan yang membuat tubuh untuk selalu waspada, bukan rileks. Merokok justru dapat merusak ritme tubuh atau yang biasa disebut jam sirkadian.

Jam sirkadian meliputi siklus atau perubahan tubuh baik secara fisik, mental, dan perilaku selama 24 jam. Jam sirkadian dapat menentukan siklus tidur, produksi hormon, suhu tubuh, dan berbagai fungsi tubuh lain.

Mengutip Huffington Post, sebuah penelitian yang dipublikasikan pada 2013 lalu menemukan, merokok dapat mengubah jam sirkadianyang membuat seseorang sulit tidur.

2. Sleep apnea
Merokok menimbulkan iritasi dan pembengkakan pada jaringan hidung dan tenggorokan. Tak heran jika aliran udara menjadi terganggu saat tidur. Hal itu mengarah pada sleep apnea.

Sleep apnea merupakan kondisi penyumbatan jaringan dan saluran udara hidung. Seseorang dengan sleep apnea akan berhenti bernapas sejenak saat tidur. Mengutip Tuck, hal ini dapat mengganggu siklus tidur seseorang.

3. Sering terbangun dan lelah saat bangun tidur
Merokok sebelum tidur membuat Anda sering terbangun. Dampaknya, tubuh merasa lelah saat bangun tidur.

Pada tahun 2008 lalu, sejumlah peneliti dari John Hopkins University mempelajari pola tidur para perokok dan non perokok. Hasilnya, sebanyak 22,5 persen perokok merasa gelisah dan sering terbangun saat tidur. Angka ini lebih banyak dari mereka nonperokok yang hanya sekitar 5 persen.

4. Insomnia
National Sleep Foundation menyebut, insomnia dapat disebabkan oleh kondisi psikis, fisik, dan gaya hidup seseorang. Para perokok lebih cenderung mengalami insomnia.

[Gambas:Video CNN] (els/asr)