Mengenal Stillbirth yang Dialami Bayi Kembar Irish Bella

tim, CNN Indonesia | Selasa, 08/10/2019 20:05 WIB
Mengenal Stillbirth yang Dialami Bayi Kembar Irish Bella Pasangan Irish Bella dan Ammar Zoni kehilangan bayi kembar mereka. Bayi kembar mereka mengalami stillbirth alias kelahiran meninggal atau kematian mati.(christianabella/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pasangan Irish Bella dan Ammar Zoni kehilangan bayi kembar mereka. Bayi kembar mereka mengalami stillbirth alias kelahiran meninggal atau kematian mati.

Hal ini terjadi saat dia usia kehamilannya masuk enam bulan. Stillbirth itu disebut dipicu oleh mirror syndrome dan twin-to-twin transfussion syndrome (TTTS).

Kondisi stillbirth yang dialami Irish Bella ini berbeda dengan kondisi keguguran.


Mengutip berbagai sumber, lahir mati atau stillbirth adalah sebuah kondisi bila kematian bayi terjadi sebelum lahir, namun usia kehamilannya sudah mencapai 20 minggu lebih.

Kebanyakan kematian terjadi saat bayi masih dalam rahim. Hanya saja 10 persennya terjadi sebelum persalinan. Sedangkan keguguran biasanya terjadi saat usia kehamilan sebelum 20 minggu.

Setiap tahunnya lebih dari 26 ribu wanita mengalami masalah stillbirth. Lebih setengah dari masalah stillbirth ini terjadi pada usia kehamilan 28 minggu, dan 20 persennya pada bayi yang cukup bulan.

Mengutip berbagai sumber, ada beberapa penyebab stillbirth seperti Irish Bella ini.


1. Gangguan plasenta
Plasenta merupakan organ yang menyalurkan nutrisi dan oksigen dari ibu ke bayi di rahim. Plasenta memiliki peran penting bagi kehidupan dan perkembangan bayi. Adanya masalah plasenta juga bisa menyebabkan bayi meninggal dalam kandungan.

2. Terlilit tali pusar
Lilitan tali pusar bisa menyebabkan masalah bagi bayi. Terlilit tali pusar akan menghambar aliran oksigen ke bayi.

3. Cacat lahir
Cacat pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal termasuk karena kelainan kromosom. Kelainan kromosom bertanggung jawab setidaknya 15-20 persen dari semua kejadian bayi lahir mati.

4. Intrauterine growth restiction (IUGR)
IUGR membuat janin memiliki risiko tinggi kekurangan nutrisi. Kekurangan nutrisi ini kemudian membuat pertumbuhan dan perkembangan janin terganggu. (chs)