HARI SUMPAH PEMUDA

Empat 'Filantropi' dan Misi Membangkitkan Pemuda-pemudi

Tim, CNN Indonesia | Senin, 28/10/2019 14:58 WIB
CT ARSA Alumni Gathering. (Foto: CNN Indonesia/Puput Tripeni Juniman)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kemajuan suatu bangsa bisa ditakar dari kualitas pemudanya. Inilah yang membuat sejumlah organisasi filantropi menetapkan misi untuk memajukan potensi anak bangsa.

Cara yang digunakan bisa beragam, di antaranya memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan, mengadvokasi kesetaraan dalam hak asasi, hingga memberi ruang bagi pemuda untuk menjadi wirausaha mandiri.

Filantropi sendiri berasal dari bahasa Yunani, yaitu philein yang artinya cinta dan anthropos yang berarti manusia. Merupakan tindakan mencintai sesama dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.


Di Indonesia sendiri terdapat ratusan organisasi filantropi yang bermisikan mengubah kondisi sosial lewat berbagai bidang. Berikut adalah empat di antaranya.

CT Arsa Foundation

"Giving others as part of millennials lifestyle."

Slogan di atas jadi semangat CT Arsa Foundation untuk terus bergerak demi kemajuan pemuda Indonesia. CT Arsa Foundation merupakan yayasan yang didirikan dan dikelola oleh Chairul Tanjung dan sang istri Anita Ratnasari Tanjung dengan tujuan memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan.

Yayasan ini juga memiliki misi agar generasi milenial memiliki semangat berbagi pada sesama.
Menurut Anita, pemuda harus menginspirasi dengan memberikan contoh mulia dengan kerja keras, kerja ikhlas, terutama dengan membantu masyarakat yang memerlukan.

CT Arsa mewujudkan misinya ini melalui 35 sekolah di berbagai wilayah termasuk di Medan, Sumatera Utara dan Sukoharjo, Jawa Tengah. Sekolah ditujukan bagi mereka yang kurang mampu tetapi memiliki prestasi gemilang.

"Kami ingin memberikan pendidikan berkualitas untuk kalangan pemuda tidak mampu. Mereka adalah agen perubahan bangsa sehingga mereka harus diberikan pendidikan yang berkualitas," kata Anita pada CNNIndonesia.com melalui pesan suara, beberapa waktu lalu.

"Yayasan kami sudah meluluskan 95 persen anak didik ke perguruan tinggi top Indonesia seperti UI, UGM, ITB. Ini sesuai visi kami, mereka bisa memutus mata rantai kemiskinan dengan menolong keluarga, masyarakat, dan akhirnya untuk bangsa kita."

Dinda Shezaria Hardy Lubis adalah satu dari sekian ratus alumni SMA Unggulan CT Arsa Foundation Medan. Setelah melalui seleksi ketat, Dinda mampu melanjutkan pendidikan sekolah menengah atas. Sebelumnya, dia berpikir ingin berhenti sekolah dan membantu sang ibu menghidupi keluarga.

"Sekolah full beasiswa sampai ke kebutuhan kecil termasuk pembalut, sabun. Selepas sekolah, kami diharapkan memberikan manfaat untuk orang lain. Ingat pesannya Bunda Anita, giving others as part of millennials lifestyle," kata Dinda.

United in Diversity (UID)

BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4