Pesta Kembang Api di Victoria Harbour Hong Kong Ditiadakan

CNN Indonesia | Rabu, 18/12/2019 17:42 WIB
Pesta Kembang Api di Victoria Harbour Hong Kong Ditiadakan Pemandangan pesta kembang api di Victoria Harbour, Hong Kong, pada tahun lalu. (ANTHONY WALLACE / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesta kembang api di Hong Kong pada malam pergantian tahun yang biasanya diadakan di Victoria Harbour (Pelabuhan Victoria) dibatalkan, karena dikhawatirkan terjadi bentrokan antar massa demonstrasi anti-pemerintah dan polisi.

Sebagai gantinya, kota Hong Kong akan melakukan pesta kembang api dalam skala kecil yang ditembakkan dari gedung-gedung pencakar langit di pusat kota.

Sementara itu Symphony of Lights, atraksi cahaya yang ada digelar setiap hari di Pelabuhan Victoria akan tetap diadakan.


Pembatalan pesta kembang api tahunan yang biasanya digelar meriah itu dikabarkan oleh Badan Pariwisata Hong Kong (HKTB) pada Selasa (17/12), seperti yang dikutip dari South China Morning Post.

Tidak adanya pesta kembang api di malam Tahun Baru ini merupakan yang pertama dalam sejarah Hong Kong sejak sepuluh tahun yang lalu.

"Keamanan pengunjung merupakan perhatian utama kami, dan pesta kembang api biasanya mendatangkan banyak pengunjung di tepi pelabuhan," kata salah satu jajaran HKTB Pang Yiu-kai.

Selain pesta kembang api, sejumlah acara besar di Hong Kong juga dibatalkan karena aksi demo yang telah berlangsung selama enam bulan kemarin, seperti festival musik Clockenflap, Hong Kong Tennis Open, dan Wine & Dine Festival.

Parade Tahun Baru China yang biasanya dihelat pada bulan Januari juga diganti dengan festival dalam skala kecil, mengingat kawasan Kowloon yang menjadi lokasi arak-arakan saat ini menjadi titik konsentrasi massa demo.

Hingga saat ini, pihak hKTB masih berunding dengan banyak pihak untuk menentukan pencakar langit yang bakal digunakan sebagai lokasi pengganti pesta kembang api di Pelabuhan Victoria.

Aksi demo anti-pemerintah di Hong Kong telah membuat jumlah kedatangan turis mancanegara turun hingga 56 persen menjadi 2,65 juta pada bulan November 2019.

Penurunan jumlah kedatangan turis di Hong Kong terakhir kali terjadi pada bulan April tahun 2003, ketika kota itu dihantam wabah SARS.

[Gambas:Video CNN]

(ard/ard)