10 Penyakit yang Menyerang Milenial

tim, CNN Indonesia | Kamis, 09/01/2020 09:01 WIB
Generasi milenial identik dengan generasi yang kreatif ternyata memiliki banyak penyakit. Generasi milenial identik dengan generasi yang kreatif ternyata memiliki banyak penyakit. (Istockphoto/amenic181)
Jakarta, CNN Indonesia -- Generasi milenial identik dengan generasi yang kreatif, produktif, dan juga dekat dengan teknologi. Namun, di balik itu semua terdapat sejumlah penyakit yang mengintai generasi milenial atau Gen Y ini. Tekanan darah tinggi hingga depresi jadi penyakit yang paling menghantui generasi milenial.

Hasil studi Blue Cross Blue Shield (BCBS) menunjukkan generasi milenial memiliki tingkat prevalensi penyakit lebih tinggi dibandingkan generasi X pada usia yang sama. Generasi milenial juga menghadapi tantangan kesehatan pada usia yang lebih muda dibanding generasi sebelumnya.

Studi BCBC Health Index mendapati rata-rata generasi milenial mulai mengalami penurunan kesehatan di usia 27 tahun. Studi ini menemukan 10 kondisi teratas yang mengancam milenial.


Berikut daftar penyakit yang kerap dialami generasi milenial:

1. Depresi
Studi yang dilakukan pada generasi milenial di AS ini mendapati depresi merupakan masalah utama milenial dengan prevalensi pada 2017 mencapai lima persen. Prevalensi ini meningkat 31 persen dibandingkan 2014.



Masalah yang dihadapi milenial seperti pekerjaan, keuangan, rumah, gaya hidup membuat depresi semakin meningkat.

2. Penggunaan narkoba
Prevalensi penggunaan narkoba juga meningkat pada milenial yakni mencapai dua persen. Penggunaan narkoba berbahaya karena dapat merusak saraf, otak, halusinasi, hingga kematian.

3. Konsumsi alkohol
Konsumsi alkohol pada milenial mencapai 1,5 persen. Alkohol sering kali menjadi pelarian pelepas stres para milenial.

4. Hipertensi
Tekanan darah tinggi atau hipertensi pada milenial mencapai 8,1 persen atau meningkat 16 persen dibandingkan 2014. Hipertensi merupakan faktor risiko bagi banyak penyakit kardiovaskular seperti penyakit jantung dan stroke.

5. Hiperaktif
Kebanyakan milenial juga hiperaktif atau terlalu aktif. Milenial cenderung menjalani banyak kesibukan yang tak sesuai dengan kesanggupan diri. Akibatnya, banyak milenial mengalami kelelahan dan depresi.

6. Kondisi psikotik
Kondisi psikotik merupakan gangguan jiwa saat diri sendiri tak bisa menilai kenyataan yang terjadi, misalnya halusinasi, waham, dan perilaku aneh. Prevalensi milenial yang mengalami kondisi ini mencapai 0,9 persen.

7. Penyakit Crohn
Penyakit Crohn yaitu salah satu radang usus kronis. Gaya hidup yang tidak sehat pada milenial seringkali berdampak pada usus atau pencernaan yang tak sehat.

8. Kolesterol tinggi
Kadar kolesterol darah yang tinggi juga mengancam milenial. Pola makan yang tidak sehat serta kurang  olahraga membuat kolesterol menumpuk di dalam darah. Prevalensi kolesterol mencapai 6,2 persen.

Kolesterol tinggi dapat memicu penyakit jantung, stroke, dan ginjal.

9. Rokok
Penggunaan rokok pada milenial meningkat tujuh persen menjadi 5,6 persen. Merokok merupakan faktor risiko dari banyak penyakit kronis.

10. Diabetes Tipe 2
Gaya hidup yang tak sehat membuat banyak milenial terserang diabetes tipe 2. Kelebihan, gula, garam, lemak merupakan salah satu penyebab diabetes tipe 2.  Prevalensi penyakit ini pada milenial di AS mencapai 2,3 persen. (ptj/chs)