Paris Couture Week

Menghidupkan Kembali Sang Legenda Coco Chanel

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 11:51 WIB
Menghidupkan Kembali Sang Legenda Coco Chanel Virginie Viard desainer rumah mode Chanel, membawa kembali imaji ke asal mula filosofi fesyen yang menjadikan Coco Chanel seorang legenda. (AP Photo/Francois Mori)
Paris, CNN Indonesia -- Di 1895, Albert Chanel tiba di sebuah kongregasi Saint-Coeur de Marie di wilayah Aubazine Abbey. Bersamanya, Gabrielle, Julia, dan Antoinette. Disinilah
Gabrielle 'Coco' Chanel menghabiskan masa kecilnya, termasuk mengenal cara menjahit pakaian.

Lokasi kongregasi ini menjadi inspirasi utama untuk set Chanel Haute Couture musim panas 2020, lengkap dengan air mancur, tanaman-tanaman kebun seperti
tomat, hingga kain-kain lebar yang digantung. Inspirasi sang legenda ini mungkin juga didasarkan sebagai pengingat perjalanan hidup Coco Chanel yang meninggal pada 10 Januari 1971 di Perancis.

Tampaknya Virginie Viard, yang kini melanjutkan misi Karl Lagerfeld di rumah mode Chanel, ingin kembali ke asal mula filosofi fesyen yang menjadikan Coco Chanel seorang legenda, seperti potongan busana yang mengharuskan lengan bisa bergerak bebas, setiap kancing yang harus memiliki lubang kancing, berfungsi sebagaimana layaknya kancing, dan bukan hanya dekorasi semata.


Di sebuah kongregasi, pakaian-pakaian dibuat dengan siluet-siluet yang sleek dan tidak terlalu rumit. Setiap elemen dibuat secara fungsional. Warna-warna hitam dan putih juga mendominasi, dengan beberapa rona lembut seperti beige, biru muda, dan peach menyelip di beberapa tampilan.


Di samping menonjolkan koleksinya, Chanel juga menguatkan satu sisi bisnis. Sesuatu yang diinginkan kliennya untuk memilih warna spesial sesuai yang diinginkan. Sebuah 'akses' kemewahan luar biasa di dunia couture, di mana para klien boleh mengubah tampilan asli runway, seperti memilih warna, ukuran lengan, hingga jumlah dekorasi di sebuah look yang mereka inginkan. Ini akan menjadikan baju yang mereka pesan menjadi satu-satunya di dunia.

Virginie Viard menghidupkan kembali filosofi fesyen Coco ChanelFoto: AP Photo/Francois Mori
Virginie Viard menghidupkan kembali filosofi fesyen Coco Chanel

Semuanya dipasangkan dengan sepatu hitam dan kaus kaki putih tinggi yang menyerupai seragam sekolah. Tentu saja bukan Chanel bila tidak menampilkan tampilan- tampilan yang didekorasi dengan lace serta bordir buatan tangan yang mewah.

Virginie Viard, yang merupakan salah satu dari sedikit couturier Prancis, mempersembahkan sebuah koleksi tradisional haute couture yang benar- benar bermuara dari Prancis.

Semua ini menjadikan 'awal' dari perjalanan hidup Coco Chanel itu sebuah penghormatan dan menjalankan fungsi haute couture sebagai bagian dari identitas sebuah kebudayaan.

Chanel CoutureFoto: AP Photo/Francois Mori
Chanel Couture
(chs)