Paris Couture Week

Teater Perpisahan Terpanas Jean Paul Gaultier

Fandi Stuerz, CNN Indonesia | Kamis, 23/01/2020 15:42 WIB
Teater Perpisahan Terpanas Jean Paul Gaultier Lima hari yang lalu (17/1), couturier kenamaan Jean Paul Gaultier mengumumkan bahwa show haute couturenya kali ini akan menjadi yang terakhir. (AP Photo/Francois Mori)
Paris, CNN Indonesia -- Enam hari yang lalu (17/1), couturier kenamaan Jean Paul Gaultier mengumumkan bahwa show haute couturenya kali ini akan menjadi yang terakhir.

Gaultier pensiun. Mencengangkan? Tentu. Alasannya, ia tidak lagi setuju dengan system dunia fesyen, di mana -menurutnya- ritme musiman yang yang terlalu cepat sehingga memunculkan produk dan sampah yang terlalu banyak, hingga turunnya standar serta kualitas fesyen. Namun dia berjanji, akan ada kejutan baru darinya.

Hanya saja hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi rencana Jean Paul Gaultier ke depan.


'Salam perpisahan' Gaultier pun dianggap menjadi tiket terpanas di musim ini. Shownya menjadi peragaan paling dinanti, banyak orang berebut mendapatkan 'golden ticket.'

Bukan cuma sebagai show akhir, show ini sekaligus menandai 50 tahun ia berkarya di dunia fesyen. Dua momen besar yang menandai perjalanan karier Gaultier. Bagaimana bisa melewatkan untuk bisa jadi bagian di dalamnya?


Biasanya, show Jean Paul Gaultier selalu diadakan di ateliernya di Rue St. Martin, Paris. Gaultier adalah satu-satunya desainer kontemporer yang mengadakan show di tempatnya sendiri, selain mendiang Azzedine Alaia.

Namun kali ini, ia memilih Théâtre du Châtelet, sebuah teater klasik di tengah kota Paris. Bisa ditebak, kekacauan terjadi di pintu masuk, orang-orang mencoba merangsek masuk ke dalam gedung teater; mahasiswa sekolah fesyen, fotografi, hingga fashionista bercampur dengan para selebriti dan jurnalis yang hadir.

koleksi Jean Paul GaultierFoto: (AP Photo/Francois Mori)
koleksi Jean Paul Gaultier

Dengan keterlambatan sekitar 45 menit, show ini dimulai dengan penampilan dari Boy George, dengan lagu Back to Black karya Amy Winehouse, dengan dikelilingi
penari latar dan diiringi para model berkostum hitam yang mengangkat sebuah peti mati berwarna hitam. Model asal Meksiko Issa Lish keluar mengenakan dress putih.

Para undangan langsung bertepuk tangan. Di antara tamu yang hadir adalah couturier yang memberinya pekerjaan pertama kali, Pierre Cardin, serta desainer Nicholas Ghesquiere dan Christian Lacroix.


Mantan ibu negara Prancis yang juga mantan model Carla Bruni-Sarkozy serta penyanyi Anggun C. Sasmi juga nampak di barisan penonton. Untuk koleksi pamungkasnya ini, Jean Paul Gaultier membuka kembali arsip karyanya selama 50 tahun dengan konsep upcycling.

Show yang berlangsung selama lebih dari satu jam adalah sesuatu yang langka. Namun, Jean Paul Gaultier mengemas show ini seperti sebuah pertunjukan teater, di mana setiap tema dikelompokkan menurut tema-tema favoritnya: jeans, korset, seragam pelaut Bretton, dan androgini.

Satu demi satu exit ditampilkan, dan gemuruh tepuk tangan selalu menandai setiap model terkenal yang beraksi: Pandemonia dengan gaun latex dan rok balonnya lengkap dengan sang anjing balon Snowy, Rossy de Palma yang mengenakan gaun tulle berpayet, Coco Rocha yang menari tarian céilí Irlandia yang diiringi lagu rap, Beatrice Dalle yang mengenakan atasan off-shoulder lengan panjang berkorset hitam sambil merokok di atas runway. 

Koleksi Jean Paul GaultierFoto: (AP Photo/Francois Mori)
Koleksi Jean Paul Gaultier


Tanel Bedrossiantz yang mengenakan jaket kulit hitam berdekorasi ayam jago (jaket ini dinamai French Accent - Show Me Your Coq), Amanda Lear yang turun ke runway ditopang dua model pria kekar, dan tentu saja bintang Burlesque Ditta von Teese dengan gaun korset pendek bergaya bondage.

Di antara mereka terselip banyak karya Jean Paul Gaultier yang melegenda, setelan jas dengan bagian lengan yang terpotong yang dibuat dengan tailoring yang tajam, pria-pria dandy berkorset metal, hingga gaun-gaun panjang berpotongan rumit yang hanya bisa dikerjakan dengan teknik-teknik couture. semuanya dipasangkan dengan sepatu karya Manolo Blahnik dan Christian Louboutin.

Jean Paul Gaultier di 2019 Spring-Summer Haute CoutureFoto: Alain JOCARD / AFP
Jean Paul Gaultier di 2019 Spring-Summer Haute Couture

Sederet mahakarya haute couture yang merangkum sebuah karier yang panjang menjadikan show Jean Paul Gaultier ini sebuah penutup Paris couture week yang
fun, spektakuler, megah, dan tak akan terlupakan.

Meskipun demikian, sebagai satu-satunya couturier yang lahir, terlatih, dan berkarya di Paris, apapun yang akan ia kerjakan, Jean Paul Gaultier akan dikenang sebagai pencipta mode yang melegenda.


[Gambas:Video CNN]


(chs)