6 Faktor Penting Penentu Keparahan 'Outbreak' Virus Corona

tim, CNN Indonesia | Rabu, 05/02/2020 15:10 WIB
6 Faktor Penting Penentu Keparahan 'Outbreak' Virus Corona Ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap potensi penyebaran virus corona (ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Jakarta, CNN Indonesia -- Virus corona yang mulai menyebar di akhir tahun 2019, yang bernama resmi Novel Coronavirus (2019-nCoV) menjadi perhatian publik di seluruh dunia. Ketika wabah virus corona terus menyebar di seluruh China, penelitian awal memberi gambaran yang lebih jelas tentang bagaimana patogen itu 'berperilaku' dan faktor-faktor kunci yang akan menentukan apakah wabah itu dapat dikontrol.

Karena masih relatif baru, informasi yang tersebar masih terus berkembang seiring waktu dan berbagai riset yang dilakukan.

Pertanyaan besar pun mulai tumbuh, sampai kapan penyakit yang sudah menelan korban jiwa sampai ratusan orang dan menginfeksi ribuan orang di banyak negara ini akan mereda? Apa yang membuat penyakit ini menyebar? Lalu bagaimana potensi outbreaknya ke depan?


Mengutip The New York Times, ada beberapa faktor yang memengaruhi kemungkinan penyebaran dan keparahan wabah virus Corona ini. Berikut yang harus diketahui.
 
1. Seberapa menular virus ini?
 
Skala wabah tergantung pada seberapa cepat dan mudah virus ditularkan dari orang ke orang. Setelah penelitian awal baru saja dimulai, para ilmuwan memperkirakan bahwa setiap orang dengan virus Corona baru dapat menginfeksi antara 1,5 dan 3,5 orang tanpa langkah-langkah pengendalian yang efektif.

Kasus ini hampir mirip dengan SARS-Corona yang beredar di Cina pada tahun 2003 dan diatasi setelah menewaskan 774 orang.

Virus ini lebih sulit menular dibandingkan dengan patogen seperti campak dan TBC, tetapi lebih mudah daripada virus hepatitis atau HIV, karena virus Corona dapat tersebar dan menular melalui udara, meskipun diperkirakan hanya sejauh enam kaki atau sekitar 1,8 meter.

Untuk menghindari kemungkinan penyebaran dan tertular virus corona, beberapa negara sudah melakukan upaya pencegahannya sendiri. Kemenkes Indonesia misalnya, menyarankan untuk menjaga imunitas tubuh dengan makanan sehat, serta menerapkan kebersihan diri (PHBS) terutama cuci tangan. Masker juga dibutuhkan sebagai upaya pencegahan penularan penyakit.
 

2. Seberapa mematikan virus ini?
 
Menilai keganasan virus baru merupakan hal yang sulit. Indikasi awal menunjukkan tingkat kematian untuk virus ini jauh lebih rendah daripada virus Corona lain seperti MERS, yang membunuh sekitar satu dari tiga orang yang terinfeksi, dan SARS, yang membunuh sekitar satu dari 10.

Pada 31 Januari, kurang dari satu dari 40 orang dengan infeksi yang terkonfirmasi telah meninggal. Banyak dari korban meninggal adalah pria berusia tua yang memang sudah memiliki riwayat masalah kesehatan.

Seorang ilmuwan di John Hopkins Center for Health Security menjalankan simulasi apabila virus Corona mencapai skala pandemi, hasilnya 65 juta orang bisa mati dalam waktu 18 bulan.
 
3. Berapa lama sampai gejalanya muncul?
 
Periode inkubasi memungkinkan petugas kesehatan untuk mengkarantina atau mengamati orang yang mungkin telah terpapar virus.

Para ahli memperkirakan antara 2 hingga 14 hari, yang membuat gejala penyakit tidak mudah terdeteksi. Tetapi masih belum jelas apakah seseorang dapat menyebarkan virus sebelum gejala berkembang, atau apakah keparahan penyakit mempengaruhi seberapa mudah seorang pasien dapat menyebarkan virus.
 
4. Seberapa cepat virus ini menyebar dari China?
 
Sebagai salah satu kota terbesar di China, sulit untuk menampung wabah di Wuhan. Apalagi kota Wuhan juga  berfungsi sebagai hub transportasi. Pada hari biasa, 3.500 penumpang penerbangan langsung dari Wuhan ke kota-kota di China dan beberapa negara lain.



Perjalanan ini menciptakan risiko tinggi untuk wabah di negara-negara dengan sistem kesehatan yang tidak siap untuk menanganinya. China telah mengambil langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk memberlakukan pembatasan perjalanan pada puluhan juta orang yang tinggal di Wuhan dan kota-kota terdekat, meskipun beberapa ahli berpikir sudah terlambat untuk membatasi penyebaran virus dari Wuhan.
 
5. Seberapa efektif respons yang sudah diambil?
 
Pejabat Organisasi Kesehatan Dunia memuji tanggapan agresif China terhadap virus itu, ketika pemerintah China menutup jalur transportasi dan menghentikan perdagangan hewan liar secara nasional.
 
Pada hari Kamis, WHO menyatakan wabah itu sebagai darurat kesehatan global dengan mengakui bahwa penyakit tersebut berisiko hingga di luar China. Amerika Serikat dan Australia untuk sementara waktu menolak masuknya non-warga negara yang baru-baru ini bepergian ke Cina, dan beberapa maskapai besar mengatakan akan menghentikan layanan langsung ke daratan China selama beberapa bulan.

Virus corona sudah menyebar ke beberapa negaraFoto: STR / AFP
Virus corona sudah menyebar ke beberapa negara


Tetapi banyak orang termasuk ahli dan kritikus khawatir tindakan ini tidak akan cukup. Sementara itu, penghentian sementara impor dari China belum bisa dinilai apakah efektif atau tidak, mengingat keputusan ini masih sangat baru.
 
6. Berapa lama lagi hingga vaksin virus ini tersedia?
 
Para ilmuwan dari National Institutes of Health Australia dan setidaknya tiga perusahaan swasta sedang mengembangkan vaksin untuk virus Corona.

Namun vaksin yang siap dipakai dan terbukti aman serta efektif diprediksi paling cepat baru akan siap dalam satu tahun mendatang.

Para peneliti di Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) China telah mengidentifikasi virus. "Kami mengisolasi virus dan menganalisis susunan genetiknya," ujar Xu Wenbo dari CDC China, mengutip Deutsche Welle.

Selain di China, sejumlah peneliti lain di Amerika Serikat, Australia, dan sejumlah negara lain juga tengah berupaya menemukan vaksin. (fdi/chs)