Kesalahan yang Tak Disadari saat Perawatan Rambut

Tim, CNN Indonesia | Senin, 16/03/2020 16:26 WIB
Kesalahan yang Tak Disadari saat Perawatan Rambut Ilustrasi: Sebagian orang tak sadar melakukan kekeliruan dalam perawatan rambut, sehingga mengakibatkan kering dan rusak. (Foto: JKModel/morgueFile)
Jakarta, CNN Indonesia -- Memiliki kulit impian lewat pelbagai produk skincare rasa-rasanya tak cukup berarti jika rambut dalam kondisi buruk. Menurut Frederic Fekkai, penata rambut yang berbasis di Amerika Serikat, perempuan tanpa sadar melakukan kesalahan sehingga rambut berkurang keindahannya.

Dia pun membeberkan beberapa hal yang patut diperhatikan kaum hawa saat merawat rambut. Mulai dari memperhatikan frekuensi keramas hingga pemilihan warna rambut.

Ada beberapa kesalahan-kesalahan yang sebaiknya Anda hindari.



1. Frekuensi keramas tidak tepat
Tak ada patokan pasti untuk frekuensi keramas. Hanya saja Fekkai menyarankan agar intensitas atau waktu cuci rambut disesuaikan dengan dengan ketebalan rambut.

"Saya merekomendasikan perempuan dengan rambut tipis untuk keramas setiap hari dan menggunakan sampo yang bisa memberikan volume, karena ini akan meningkatkan tampilan dan memberikan kesan ketebalan," kata Fekkai, mengutip dari Daily Mail.

Kemudian untuk ketebalan rambut sedang sebaiknya keramas 3-4 kali seminggu.

Tipe rambut pun memengaruhi frekuensi keramas. Untuk rambut kering, maksimal keramas 2 kali seminggu, sedangkan rambut berminyak bisa setiap hari.

"Jangan sampai pakai kondisioner hingga ke akar rambut untuk menghindari rambut jadi berat dan tampak datar," imbuh dia.

Kesalahan yang Tak Disadari dalam Perawatan RambutFoto: Istockphoto/macniak

2. Catokan
Rambut indah tak cukup dilihat dari kondisi helai rambut, tetapi juga kerapiannya. Hair straightener alias catokan kerap diandalkan untuk membuat rambut lebih rapi. Namun di balik rambut rapi dan tertata, ada kerusakan yang mengancam rambut.

"Saya sangat tidak suka catokan, terlalu kasar buat rambut dan rata biasanya melihat klien dengan rambut sangat sehat malah jadi patah dan rusak gara-gara alat itu," Fekkai mengungkapkan alasan.

Dia pun merekomendasikan untuk seminimal mungkin menggunakan catokan. Jikalau terpaksa, lindungi rambut dengan hair mask atau hair oil terlebih dahulu.


3. Penggunaan dry shampoo kurang pas
Jika Anda tak memiliki cukup waktu untuk keramas, dry shampoo dapat diandalkan. Cukup semprot dan rambut pun seperti setelah keramas. Fekkai menyebut penggunaan dry shampoo cukup 2 menit sehingga betapa banyak waktu bisa Anda hemat berkat produk satu ini.

"Anda hanya perlu hati-hati untuk tidak mengaplikasikan dry shampoo terlalu dekat dengan akar rambut, pastikan semprotkan 20-30 centimeter dari kepala untuk menghindari sisa serbuk," jelas dia.

4. Rambut berwarna tidak dirawat
Perlu disadari memiliki rambut berwarna atau dicat artinya rambut musti memperoleh perawatan ekstra. Jangan sampai rambut kehilangan kelembapan karena ini bisa mempengaruhi warna yang dibubuhkan.


Karena itu Fekkai merekomendasikan untuk menggunakan hair mask secara teratur.

"Saya biasanya merekomendasikan menggunakan sampo yang menghidrasi dan masker karena mereka penting untuk rambut yang dicat dan akan membuat warna rambut awet," kata dia.

5. Warna rambut 'jreng'
"Sangat penting untuk memilih warna cat rambut yang tidak jauh dari warna alami rambut," ujar Fekkai.

Namun, lanjut dia, jika memang warna rambut yang dipilih lebih cerah maka dia menyarankan untuk bermain kontras. Menurut dia warna rambut yang terbaik adalah rambut yang bisa berkilau dan natural.

[Gambas:Video CNN]

(els/NMA)


BACA JUGA